Sperma Ternyata Punya Sifat Licik dan Kejam

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Beberapa sel sperma memiliki kemampuan manipulasi cukup kejam yang benar-benar akan meracuni pesaing mereka dalam perlombaan membuahi sel telur, menurut sebuah penelitian terbaru.

Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada 4 Februari lalu di Jurnal PLOS Genetics, para peneliti dari Max Planck Institute for Molecular Genetics (MPIMG) di Berlin, Jerman mempelajari sel sperma tikus di bawah mikroskop untuk lebih memahami efek dari sekuens DNA tertentu yang dikenal sebagai t-haplotype.

Baca: Begini Bentuk Sperma Tertua di Dunia, Usianya 100 Tahun

Dari penelitian sebelumnya tim mengetahui bahwa sel sperma yang membawa t-haplotype cenderung berenang lebih lurus dan rata-rata lebih cepat daripada sperma biasa.

Sekarang mereka telah menemukan taktik yang dibuat sperma jenis seperti itu. "Sperma dengan t-haplotype berhasil menonaktifkan sperma lain dengan cara 'meracuni' semua sperma, tetapi pada saat yang sama juga menghasilkan penawar, yang bekerja hanya pada sperma t-haplotype," kata peneliti Bernhard Herrmann.

Hasilnya seperti lari maraton, di mana semua peserta yang ingin membuahi sel telur mendapatkan air minum beracun hingga menyisakan beberapa pelari yang memiliki akses ke penawarnya, menurut situs Science Alert, Rabu, 10 Februari 2021.

T-haplotype adalah serangkaian gen yang terkait kromosom 17 pada tikus rumahan di seluruh dunia. Herrmann dan peneliti lain menyebutnya sebagai gen egois karena keefektifan t-haplotype saat diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Tikus jantan yang membawa satu salinan t-haplotype akan menularkannya hingga 99 persen ke keturunannya. Setelah mempelajari lebih dari 100 sel sperma tikus, Herrmann dan tim mempelajari lebih banyak tentang taktik licik tersebut.

Peneliti menemukan bahwa t-haplotype meracuni semua sel sperma selama fase awal produksi sperma menyuntikkan setiap sel dengan gen tertentu yang menghambat kemampuan mereka untuk mengatur pergerakan.

Ketika setiap sel membelah menjadi dua maka penawar mulai memainkan peran. Setengah dari sel sperma mewarisi gen t-haplotype pada kromosom 17. Sedangkan sel sperma yang tidak memiliki penawar, hidupnya menjadi jauh lebih sulit.

Sel-sel beracun ini akan sulit untuk bergerak dalam garis lurus. Dalam studi mereka, para peneliti melihat bahwa banyak sperma tanpa penawar berenang berputar-putar sampai mereka mati, sementara t-haplotype bisa langsung menyerang ke sel telur.