Spesialnya Kamera ETLE Mobile Polda Metro Jaya

Yunisa Herawati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Selain kamera Electronic Traffic Law Enforcement atau ETLE jenis statis, Pori juga menggunakan sistem ETLE Mobile untuk mengubah tindak penilangan yang selama ini dilakukan secara manual.

Sesuai namanya, ETLE Mobile yang resmi digunakan oleh Polda Metro Jaya dan beberapa Polda lain menggunakan alat perekam gambar yang bisa dibawa-bawa.

Kamera tersebut dipasang di helm motor dan dasbor mobil patroli, sehingga petugas bisa langsung merekam aksi pelanggaran yang ada di jalan.

Dengan adanya barang bukti tersebut, maka pelaku pelanggaran tidak bisa lagi mengelak membayar sanksi denda. Teknik ini juga ampuh memberantas adanya uang damai, yang selama ini dikeluhkan pengguna jalan.

“Tidak perlu lagi kejadian seperti anggota berdebat di jalur busway, silakan saja (lewat). Tahu-tahu, tilangnya sudah dapat dikirimkan,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo belum lama ini.

Berbeda dengan di wilayah Polda lain, Polda Metro Jaya diketahui menggunakan produk kamera yang sangat canggih untuk dipasang di helm.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman Instagram @polantasindonesia, Rabu 24 Maret 2021, setiap alat pelindung kepala yang dikenakan oleh petugas juga dibekali oleh alat komunikasi nirkabel.

“Penampakan para polisi make Sena 10c Pro untuk menerapkan sistem E-TLE Mobile. Ini mempermudah proses tilang yang akan dilakukan oleh polisi,” tulis pemilik akun.

Adanya peranti ini memungkinkan petugas untuk berkoordinasi dengan kantor pusat, dan juga video yang direkam bisa disertai dengan suara agar bukti semakin lengkap.

Sebagai informasi, Sena 10c Pro adalah produk yang menggabungkan kemampuan komunikasi dengan perekaman video berteknologi 2K.

Alat ini memang dirancang khusus untuk dipasang di helm dan digunakan dalam kecepatan tinggi, sehingga tidak perlu khawatir lepas terkena angin. Banderolnya di ecommerce yakni sekitar Rp5 juta.