SPI apresiasi pemerintah bangun pabrik minyak makan berbasis koperasi

Serikat Petani Indonesia (SPI) mengapresiasi langkah pemerintah yang akan memfasilitasi pembangunan pabrik minyak makan merah berbasis koperasi petani kelapa sawit sebagai upaya peningkatan nilai tambah produk tandan buah segar (TBS).

"Apresiasi tinggi kami sampaikan kepada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dan Kemenkop UKM," kata Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Kementerian Koperasi dan UKM sebelumnya telah resmi menerima Detail Engineering Design (DED) dari tim Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) yang akan menjadi acuan bagi pembangunan pabrik minyak makan merah bagi setiap koperasi petani kelapa sawit.

Berdasarkan riset PPKS, kata Henry, produksi minyak makan merah ini memakan biaya produksi yang kecil bahkan hampir tidak ada sehingga sangat memungkinkan untuk dibangun di sentra atau di daerah-daerah pedesaan penghasil sawit.

“Tanah-tanah yang sudah direforma agraria, yang sudah petani tanami sawit dan berbuah, tentu mereka memerlukan pabrik kelapa sawit (PKS) sekaligus pabrik minyak makan agar sawitnya bisa diserap dengan harga yang layak. Di sinilah peran koperasi muncul untuk mengelola PKS dan pabrik minyak makan merah tersebut. Koperasi membeli sawit dengan harga layak, dan menjual produk turunannya berupa minyak goreng dengan harga terjangkau di tangan konsumen,” kata dia.

Henry mengatakan hadirnya koperasi yang dikelola juga oleh petani ini akan memutus ketergantungan petani pada korporasi transnasional yang selama ini dinilainya mengatur harga sawit.

Henry melanjutkan hal ini penting sebagai pengembangan teknologi pertanian yang difasilitasi pemerintah yang dapat dikembangkan oleh koperasi petani.

"Pabrik minyak makan merah ini berdasarkan riset terukur yang dikeluarkan oleh PPKS, memang ideal untuk dikembangkan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena nilai investasi yang lebih kecil dibandingkan pabrik minyak goreng komersial," kata dia.

Henry menambahkan SPI sebagai salah satu ormas tani terbesar di Indonesia yang anggotanya tersebar di lebih dari 20 provinsi siap untuk menjalankan dan mensukseskan program minyak makan merah ini.

"Ini adalah upaya solutif Kemenkop UKM dalam mengatasi permasalahan dalam persawitan, dan secara tidak langsung mengatasi persoalan pangan, dan salah satu upaya membangun kedaulatan pangan di Indonesia. Koperasi-koperasi SPI siap menjalankannya, Insya Allah," kata dia.


Baca juga: Teten perkirakan harga minyak makan merah bisa hingga Rp9 ribu
Baca juga: Minyak sawit merah dianggap lebih sehat dibanding CPO
Baca juga: Percontohan pabrik minyak makan merah siap dibangun oleh PTPN