Sprinter Yohan Blake keecam kepala IAAF Coe karena 'bunuh' atletik

New Delhi (AFP) - Sprinter Jamaika Yohan Blake mengecam kepala atletik dunia Sebastian Coe karena menyingkirkan beberapa nomor lintasan dan lapangan seperti lari 200 meter dari perhelatan Diamond League tahun depan.

Asosiasi Asosiasi Atletik Internasional (IAAF) tidak melombakan nomor lari 200m, lari halang rintang 3.000m, lompat jangkit dan lempar cakram dari daftar disiplin atletik "inti" dalam kompetisi Diamond League pada 2020.

"Saya percaya semua nomor sangat penting. Ini menyangkut karir orang, ini tempat mereka menghasilkan uang," kata Blake pada acara promosi di Mumbai, Senin.

"Jika dia mengeluarkan 200m dan lompat jangkit, saya tak tahu apakah dia berusaha membangun atau berusaha membunuh atletik, yang jelas itu langkah bodoh. Dia harus memperkuat cabang olahraga ini, tetapi dia membunuhnya. Sungguh gila."

Badan dunia atletik itu mengatakan keputusannya didasarkan penelitian online di China, Prancis, Afrika Selatan dan Amerika Serikat dan survei-survei pasca-event di Belgia, Inggris, dan Swiss.

IAAF mengungkapkan bahwa tujuannya adalah mengurangi panjang kompetisi Liga Diamond agar sesuai dengan jendela siaran internasional 90 menit.

Blake yang berusia 29 tahun dan memenangkan emas 100m pada kejuaraan dunia 2011, harus puas menjadi orang tercepat kedua di belakang rekan senegaranya Usain Bolt dalam nomor 100m dan 200m.

Tetapi peraih medali emas lari Olimpiade dua kali itu mengatakan dia yakin akan mendapatkan medali emas yang lebih banyak pada Olimpiade Tokyo 2020.

"Saya selalu menjadi favorit, manusia tercepat kedua di alam semesta. Setiap orang harus memandang saya," kata Blake.

"Saya pikir akan epik, ini pertunjukan terbesar di bumi dan semua orang menantikan event karpet biru (utama), yaitu 100m.

"Jika Anda menyingkirkan Bolt dari gambaran itu, saya akan menjadi manusia tercepat di dunia. Saya dilahirkan pada waktu yang salah. Meskipun demikian, saya senang dengan apa yang telah saya capai."

fk/dh