Sri Mulyani alihkan cadangan PEN Rp33 triliun untuk PMN

·Bacaan 1 menit

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengalihkan cadangan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp33 triliun menjadi dana Penyertaan Modal Negara (PMN) BUMN dan beberapa lembaga lain.

"Untuk investasi BUMN sebesar Rp17 triliun, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Rp15 triliun, dan Badan Bank Tanah Rp1 triliun," ungkap Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Senin.

Ia merinci, investasi BUMN akan diberikan kepada PT Hutama Karya sebesar Rp9 triliun untuk kelanjutan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang meliputi empat ruas tol, yakni ruas Medan-Binjai, Pekanbaru-Dumai, Kuala Tanjung-Parapat, serta Binjai-Langsa.

Kemudian, PT Waskita Karya akan mendapatkan Rp7,9 triliun untuk penguatan permodalan investasi tujuh ruas tol, yakni Kayu Agung-Palembang-Betung, Bekasi-Cawang-Kampung Melayu, Bogor-Ciawi-Sukabumi, Cimanggis-Cibitung, Krian-Legundi-Bunder-Manyar, Pasuruan-Probolinggo, serta Pejagan-Pemalang.

Sri Mulyani melanjutkan LPI juga akan mendapatkan Rp15 triliun untuk pemenuhan kebutuhan modal yang dipenuhi dari APBN sebesar Rp30 triliun, dari keseluruhan kebutuhan modal Rp75 triliun.

Adapun pada 2020, pemerintah sudah merealisasikan modal awal LPI sebesar Rp15 triliun.

"Jadi ini pemenuhan modal kedua, sehingga ekuitas awal LPI bsia terpenuhi seluruhnya Rp30 triliun, sedangkan sisanya Rp45 triliun akan berasal dari saham-saham BUMN," katanya.

Sementara, Badan Bank Tanah akan mendapatkan Rp1 triliun dari pemanfaatan cadangan PEN, untuk memenuhi modal awal Rp2,5 triliun.

Baca juga: Menkeu: Pemerintah bakal suntik Rp4,3 triliun proyek kereta cepat

Baca juga: Sri Mulyani sebut pembiayaan investasi melonjak 175,8 persen

Baca juga: DPR setujui tambahan PMN cadangan pembiayaan investasi 2022 empat BUMN

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel