Sri Mulyani Beberkan 4 Tujuan Penting Pemerataan Internet di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani membongkar alasan penting penggunaan internet di Indonesia. Setidaknya ada empat tujuan penting yang ingin dicapai melalui pemerataan penggunaan internet.

"Kalau kita lihat percepatan informasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini tujuannya adalah untuk akselerasi transfomasi digital," ujarnya, Jakarta, Senin (5/4).

Pertama, untuk penyelenggaraan pemerintahan. Dengan adanya transformasi digital, nantinya seluruh komponen penyelenggaraan pemerintahan bisa bekerjasama lebih efektif.

"Sehingga tadi saya sampaikan dukungan fiskal agar seluruh desa, kecamatan, puskemas, sekolah, polsek koramil bisa ditransformasikan secara digital apabila ada infrastruktur tersedia," jelasnya.

Tujuan kedua, mewujudkan public service yang efisien dan cepat termasuk untuk layanan pendidikan dan kesehatan. Hal ini sudah dilakukan melalu redesain anggaran Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).

"Dalam artian dana operasi sekolah dan dana operasi kesehatan untuk puskemas ditujukan untuk bisa menggunakan fasilitas digitalisasi ini. Sehingga mereka bisa terkoneksi dengan, misalnya puskemas dengan RS lebih advance dan di bidang pendidikan bisa mendukung reformasi pendidikan," jelasnya.

Kemudian, ketiga juga untuk mengkonsolidasikan dan mengoptimalkan layanan bersama atau share service. Ini penting sebagai ciri transformasi digital. Keempat, mewujudkan inklusi masyarakat di wilayah prioritas terutama yang masih belum memiliki akses internet di daerah 3T.

Dukung SDM Melek Digital

Deretan gedung perkantoran di Jakarta, Senin (27/7/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 5,6 persen akibat wabah Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Deretan gedung perkantoran di Jakarta, Senin (27/7/2020). Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta mengalami penurunan sekitar 5,6 persen akibat wabah Covid-19. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sri Mulyani melanjutkan, pemerintah juga terus mendorong agar Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia semakin melek digital. Upaya tersebut dilakukan agar SDM tidak mudah didikte oleh negara luar.

"Kami masih memberi dukungan dari fiskal melalui SDM, karena era digital kalau manusia nya tidak siap maka kita didikte oleh sekelompok kecil atau daerah lain di luar Indonesia. Jadi persiapan untuk SDM melalui pendidikan dan vokasi menjadi penting," jelasnya.

Salah satu dukungan yang diberikan dan digencarkan pemerintah adalah memberikan program Kartu Prakerja di masa pandemi. Selain menjadi bantalan bantuan sosial, program ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan dari SDM penerima manfaat.

"Seperti Kemenkoperekonomian koordinasi memberi program kartu prakerja selama pandemi dan selama pandemi ini menggunakan infrastruktur digital. Dengan ini masyarakat kita mampu untuk terus berlatih melakukan up skilling dan up grading agar mereka tetap sesuai dan bisa mengikuti perubahan zamannya," katanya.

Pemerintah juga memberikan dukungan berupa beasiswa LPDP bagi mahasiswa yang menekuni bidang digital belajar ke luar. "Juga sekolah sekolah vokasi di upgrade baik di bawah Kemendikbud maupun Kemenaker. Itu juga butuh dukungan fiskal yang luar biasa besar. Juga kita mengirim para siswa kita dalam LPDP yang juga menekuni bidang digital," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: