Sri Mulyani Beberkan Alokasi Anggaran di 2022

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan pengendalian pandemi merupakan kunci bagi pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.

Maka pemerintah akan tetap fokus melindungi keselamatan masyarakat dalam menghadapi risiko Covid-19 yang masih penuh ketidakpastian dan banyaknya varian baru yang muncul.

"Pemerintah akan terus melakukan perbaikan di dalam strategi penanganan Covid-19 agar lebih efektif di dalam mengendalikan penularan, mengakselerasi vaksinasi seluas-luasnya, memperkuat sistem kesehatan nasional, dan mendorong penerapan protokol kesehatan, serta kebiasaan baru living with endemic," kata Sri Mulyani dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) pembahasan Rancangan Undang- Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2022, Jakarta, Selasa (24/8/2021).

APBN kata dia, menjadi instrumen penting dan utama untuk pemulihan ekonomi. APBN dibangun dengan karakteristik responsif, antisipatif, dan fleksibel di dalam menghadapi tantangan yang sangat dinamis dan tidak pasti akibat pandemi Covid-19.

"APBN untuk tahun 2022 akan difokuskan pada intervensi penanganan kesehatan, perlindungan masyarakat, reformasi struktural, dan mengakselerasi pemulihan ekonomi," kata Sri Mulyani.

Lebih lanjut, RAPBN tahun 2022 disiapkan untuk dapat merespon dinamika dan risiko pandemi yang dapat berubah secara cepat. Mengingat tahun 2020 dan 2021 telah memberikan pelajaran penting bagi pemerintah untuk membuat APBN menjadi lebih fleksibel dan responsif.

"Tahun 2020 dan 2021 adalah tahun pembelajaran yang begitu berharga. APBN yang fleksibel dan responsif, namun akuntabel, sangat penting di dalam menghadapi ketidakpastian yang tinggi dan penanganan dampak pandemi Covid-19," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dukungan DPR

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Rapat tersebut membahas pagu indikatif Kementerian Keuangan dalam RAPBN 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/6/2021). Rapat tersebut membahas pagu indikatif Kementerian Keuangan dalam RAPBN 2022. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Di sisi lain pihaknya memberikan apresiasi kepada dukungan DPR yang terus mendorong pemerintah untuk mengelola fiskal agar tetap hati-hati, berkesinambungan, dan sehat di tengah upaya penanganan pandemi dan di dalam upaya pemulihan ekonomi. Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan konsolidasi APBN atau fiskal pada tahun 2022.

"Pemerintah akan mencari titik seimbang yang tepat antara mendukung pemulihan ekonomi, melindungi rakyat, dan terus menangani pandemi Covid, namun pada saat yang sama, mulai menyehatkan APBN itu sendiri," kata dia.

Langkah-langkah penguatan reformasi fiskal akan terus dilakukan secara hati-hati dalam proses transisi menuju defisit di bawah 3 persen terhadap PDB pada tahun 2023. Sehingga APBN akan semakin efektif menjadi jangkar yang kuat dan menopang pemulihan ekonomi, serta membangun masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel