Sri Mulyani Bertemu Menkeu Italia, Intip Isi Pembicaraannya

·Bacaan 1 menit
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi pembicara dalam acara ‘KPK Mendengar’ di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/12/2019). KPK menggelar peringatan Hakordia 2019 dengan tema “Bersama Melawan Korupsi Mewujudkan Indonesia Maju”. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melakukan pertemuan bilateral dengan Menkeu Italia Daniele Franco di sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Roma Italia. Pertemuan tersebut membahas kontinuitas agenda finance track Italia yang diharapkan dapat dilanjutkan oleh Indonesia.

Menkeu Italia menjelaskan Indonesia perlu memperhatikan beberapa isu antara lain perubahan iklim, sustainable finance, perpajakan, dan kesehatan.

"Indonesia akan melanjutkan Presidensi dan termasuk legacy program yang sudah ada. Indonesia meminta dukungan dan kerja sama dengan Italia terhadap berbagai hal yang menjadi perhatian termasuk isu-isu sensitif," ungkap Sri Mulyani, ditulis Minggu (31/10).

Untuk isu kesehatan, Indonesia mendukung Joint Health and Finance Task Force. Dalam hal ini, akan didiskusikan lebih mendetail mengenai mekanisme kerja Task Force, keanggotaan, sekretariat, rencana aksi, dan pendanaannya. Atas isu ini Italia menyatakan dukungannya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Isu Perpajakan

Kedua menteri keuangan itu juga membicarakan isu perpajakan. Indonesia akan melakukan pendalaman dan mendiskusikan dengan tim Organization for Economic Cooperation and Development dan negara-negara lain. Menkeu Italia menyebut akan ada multilateral convention di tahun 2022 yang akan membahas isu perpajakan.

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu juga menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan kepada Italia karena kesuksesan dalam mengelola Presidensi G20 sehingga cukup banyak capaian yang diperoleh dari Presidensi Italia yang dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel