Sri Mulyani Buktikan Pentingnya Keberadaan Perempuan di Sektor UMKM

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Perempuan dinilai memegang peran penting dan besar pada sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Ini terlihat dari data jika mayoritas pelaku UMKM merupakan perempuan.

Ini diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Mengacu pada data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM), sebesar 52 persen dari 63,9 juta pelaku usaha mikro di Indonesia merupakan perempuan.

Kemudian pada tingkat usaha kecil, terdapat 56 persen dari 193 ribu usaha kecil pemiliknya perempuan.Sementara, untuk usaha menengah, 34 persen dari 44,7 ribu pelaku usahanya adalah perempuan.

“Jadi kita melihat data tersebut, perempuan ini adalah pelaku yang sungguh sangat penting dan bahkan utama pada level kecil dan mikro,” kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Nasional Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (Rakernas PPUMI), dikutip Senin (10/1/2022).

UMKM memiliki kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia. Sektor ini menyumbang 60 persen dari total ekonomi nasional dan 97 persen dari sisi penciptaan dan penyerapan kesempatan kerja.

“UMKM tidak hanya sekedar aktivitas yang dilakukan oleh banyak pelaku, terutama para perempuan. Namun dia juga merupakan penggerak dan tulang punggung ekonomi kita hari dan ke depan,” ujar Sri Mulyani.

Dalam pertemuan KTT G20 di Roma pada Oktober 2021, Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada para pemimpin dunia bahwa di Indonesia memiliki program pemberdayaan UMKM.

Program tersebut telah dilakukan melalui berbagai aktivitas, seperti pembiayaan Ultra Mikro (UMi), kredit usaha rakyat (KUR), Program Mekaar, hingga program digitalisasi dari kegiatan UMKM.

Dukungan pemerintah lainnya diberikan melalui investasi pembangunan infrastruktur digital ke seluruh pelosok Indonesia.

Ini untuk mendorong pengembangan kewirausahaan yang berplatform digital. Selain itu, pemerintah juga memberikan kemudahan di bidang perizinan melalui online single submission (OSS).

“Kalau UMKM ingin mendirikan perusahaan secara lebih formal sehingga bisa mendapatkan akses modal yang lebih besar lagi seperti yang ada di perbankan, dia bisa mendapatkan izin secara sangat mudah," kata dia.

Akses Modal

Pengunjung melihat produk dalam pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/7/2019). Pameran ini menampilkan produk-produk UMKM RI mulai dari kain, pakaian, tas, hingga berbagai kuliner seperti kopi buatan anak negeri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung melihat produk dalam pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (12/7/2019). Pameran ini menampilkan produk-produk UMKM RI mulai dari kain, pakaian, tas, hingga berbagai kuliner seperti kopi buatan anak negeri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kesempatan yang diberikan pemerintah tersebut agar bisa dimanfaatkan para pengusaha perempuan di level mikro.

Sehingga mereka bila sudah mengantongi izin usaha bisa dengan mudah mendapatkan akses modal yang makin kuat.

Dia menambahkan APBN terus berusaha untuk memberikan pemihakan kepada para pelaku usaha menggunakan instrumen keuangan negara yang dikelola langsung.

Baik melalui APBN maupun kekayaan negara yang dipisahkan untuk memberikan dukungan yang nyata bagi para usaha kecil, terutama para perempuan.

“Pemerintah menggunakan berbagai kebijakan untuk bisa bantu sebanyak mungkin dan semua segmen membutuhkan. Itu semuanya dilakukan bagi masyarakat, terutama pelaku usaha yang sangat ultra mikro sehingga mereka mampu mendapatkan akses permodalan,” kata dia.

Berbagai akses permodalan yang ada ini diharapkan bisa menjadi penguatan untuk usaha kecil. Terutama dari sisi teknik produksi, pembukuan, dan kemampuan, dapat terus meningkatkan kualitas produk dan pemasaran.

Sehingga menjadi sangat penting untuk melengkapi berbagai program yang sudah dilakukan oleh pemerintah.

Reporter: Anisyah Alfaqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel