Sri Mulyani Catat APBN Surplus Rp10,3 Triliun di Kuartal I-2022

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mencatat realisasi APBN pada kuartal I 2022 surplus Rp10,3 triliun. Realisasi itu setara 0,06 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Surplus tersebut terjadi karena pendapatan negara pada 3 bulan pertama tahun ini mencapai Rp501 triliun, sementara belanja negara tercatat sebesar Rp490,6 triliun.

Realisasi APBN ini pun tumbuh positif 107,2 persen dibanding kuartal I 2021, ketika terjadi defisit Rp143,7 triliun.

"Ini artinya kondisi APBN kita positif, surplus sampai akhir kuartal I 2022. Tahun lalu sudah defisit 0,85 persen GDP pada posisi bulan Maret. Tahun ini kita masih surplus 0,06 persen dari GDP," terang Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (20/4).

Sri Mulyani mengatakan, pemasukan pajak jadi kunci utama atas realisasi pendapatan negara senilai Rp501 triliun pada triwulan pertama tahun ini.

Penerimaan perpajakan pada kuartal I 2022 tercatat senilai Rp401,8 triliun, terdiri atas penerimaan pajak Rp322,5 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp79,3 triliun. Sementara dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) realisasinya Rp 99,1 triliun.

Sisi Belanja

Sedangkan dari sisi belanja realisasinya mencapai Rp490,6 triliun. Terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar Rp150 triliun, belanja non-kementerian/lembaga Rp164,2 triliun, dan belanja transfer ke daerah dan dana desa Rp176,5 triliun.

Surplus APBN ini juga turut berdampak terhadap penurunan pembiayaan utang. Pemerintah hanya mengeluarkan Rp139,4 triliun di kuartal I 2022, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu mencapai Rp332,8 triliun.

"Pembiayaan utang merosot atau turun tajam yaitu 58,1 persen. Ini surplus dan pembiayaan utang merosot tajam, menggambarkan APBN mulai pulih kesehatannya," tukas Sri Mulyani.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel