Sri Mulyani dan BGS buka rangkaian terakhir G20 Finance Track di Bali

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (BGS membuka rangkaian terakhir G20 Finance Track yaitu Pertemuan Gabungan Ke-2 Menteri Keuangan dan Menteri Kesehatan (JFHMM) G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu.

Dalam pertemuan itu, para menteri keuangan dan menteri kesehatan anggota G20 bakal membahas dan menyepakati operasionalisasi atau tata kelola Dana Pandemi (Pandemic Fund) yang telah mendapat dukungan dari seluruh anggota pada pertemuan sebelumnya.

"Saya yakin kita semua akan bersama-sama menyepakati dan mengadopsi empat dokumen yang telah disusun oleh Dewan Pengatur (Governing Board) Dana Pandemi, yang menjadi rujukan operasionalisasinya nanti," kata Sri Mulyani saat membuka pertemuan.

Empat dokumen yang telah disusun oleh Governing Board Dana Pandemi, yaitu kerangka tata kelola dana (governance framework), petunjuk operasionalisasi dana (operation manual), template untuk membuat perjanjian kontribusi dana, dan template perjanjian prosedur keuangan.

"Kita akan mendengar arahan tingkat tinggi untuk tata kelola Dana Pandemi yang saat ini terus berlanjut termasuk apa saja prioritasnya, yang disebut proposal pendanaan," kata Sri Mulyani.

Baca juga: Sri Mulyani: Penerapan ESG pada proyek akan tingkatkan kesejahteraan

Tidak hanya itu, pertemuan terakhir antara menteri keuangan dan menteri kesehatan G20 juga membahas keberlanjutan Satuan Kerja Sektor Keuangan dan Kesehatan G20, termasuk rencana untuk memperpanjang masa kerjanya dan target-target yang harus dicapai pada 2023.

"Ini penting karena kita membutuhkan strategi jangka menengah dan jangka panjang untuk menghadapi kemungkinan adanya pandemi-pandemi baru di masa depan,” kata Sri Mulyani

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat memberi sambutan pada acara yang sama menyampaikan Dana Pandemi menjadi salah satu upaya bersama mewujudkan dunia yang lebih tangguh dan mampu menghadapi ancaman pandemi.

"Dana Pandemi akan menyediakan pembiayaan untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanggulangan (PPR) pandemi," kata Menkes.

Dalam pertemuan itu, sejumlah menteri keuangan dan menteri kesehatan anggota G20 hadir secara langsung, di antaranya Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen, Menteri Keuangan Afrika Selatan Enoch Godongwana, Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov, Menteri Keuangan Arab Saudi Mohammed Aljadaan, Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers, dan Wakil Menteri China Dongwei Wan.

Baca juga: Menkes: Pandemi ungkap situasi ekonomi dan kesehatan terkait erat

Baca juga: Sri Mulyani dukung investor terapkan kerangka ESG untuk bangun IKN