Sri Mulyani dan Menkeu Negara Lain Sepakati 6 Langkah Capai Target Bebas Emisi Karbon

·Bacaan 1 menit
Menteri Keuanga Sri Mulyani Indrawati (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama dengan menteri keuangan negara lain menyepakati usulan 6 langkah mencapai target bebas emisi karbon dalam rangka penanganan perubahan iklim. Kesepakatan ini terjadi dalam pertemuan dengan CEO Glasgow Financial Alliance for Net Zero (GFANZ)

"Di dalam pertemuan para menteri keuangan dengan para CEO GFANZ telah diusulkan 6 (enam) langkah untuk mencapai ambisi net zero," kata Sri Mulyani dalam keterangan resminya, Jakarta, Kamis (4/11/2021).

Enam usulan tersebut diantaranya, pertama, menetapkan target untuk mencapai target net zero pda tahun 2050 dan capaian interim pada tahun 2030. Kedua, melakukan komunikasi ke publik dan privat. Ketiga, mendorong G20 untuk menyusun rencana transisi yang kredibel.

Keempat, implementasi pengurangan subsidi untuk bahan bakar fosil. Kelima, mendorong aksi dan pelaporan dari Task Force for Climate action Disclosure pada tahun 2024. dan keenam, menyelaraskan isu transisi dengan Sustainable Development Goals (SDGs) termasuk perlindungan bio diversity.

Sri Mulyani mengatakan untuk mewujudkan usulan tersebut beberapa inisiatif dari sektor privat telah bersedia memberik dukungan. Rencananya program tersebut akan dilakukan di Indonesia dan India yang disponsori Bloomberg.

"Climate Action Leadership Initiative (CFLI) didukung oleh Bloomberg dan direncanakan proyeknya berada di India dan Indonesia," kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Roadmap Sustainable Finance Working Group

Pertemuan itu juga mendorong penyelesaian dan penerapan roadmap dari Sustainable Finance Working Group dalam Forum G20 dan mengundang dukungan MDBs untuk meningkatkan dana sektor swasta.

Selain itu, disampaikan juga adanya potensi dana finansial global sebesar USD 130 triliun. Dana ini dapat digunakan untuk membantu negara miskin dan berkembang untuk menuju transisi ke net zero.

"Inilah kolaborasi dalam aksi perubahan iklim menuju net zero, dengan fokus memobilisasi modal privat untuk program transisi, khususnya di negara miskin dan berkembang," kata dia mengakhiri.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel