Sri Mulyani dan Pemerintah Inggris Kerjasama Promosikan Sukuk Hijau

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan RI Sri Mulyani dan Pemerintah Inggris beserta beberapa institusi Inggris meluncurkan Kelompok Kerja Tingkat Tinggi (HLWG) tentang Green Sukuk - upaya mendorong investasi dalam kegiatan yang hijau dan berkelanjutan.

Lembaga dan institusi pemerintahan yang terlibat dalam Kelompok Kerja Tingkat Tinggi adalah Dewan Keuangan Syariah Inggris (the UK Islamic Finance Council, UKIFC), Kementerian Keuangan Inggris (Her Majesty’s Treasury, HMT), Kementerian Keuangan RI, Bank Pembangunan Islam (Islamic Development Bank, IsDB), Grup Bursa Efek London (London Stock Exchange group, LSEG) dan Inisiatif Keuangan Etis Global (Global Ethical Finance Initiative, GEFI), selaku mitra pendiri.

“Pemerintah Inggris memiliki kredensial yang kuat dalam keuangan hijau dan Syariah, dan kami bangga menjadi mitra negara pendiri Kelompok Kerja Tingkat Tinggi tentang Sukuk Hijau yang diluncurkan pada COP 26 di Glasgow. Sukuk Hijau menawarkan rute penting kepada negara dan perusahaan untuk mengamankan investasi bagi proyek yang berkelanjutan, jadi penting bagi kita untuk bekerja secara global untuk memulai dan menumbuhkan pasar ini," kata Menteri Ekonomi Inggris John Glen, dikutip dari rilis Kedutaan Besar inggris, Rabu (10/11/2021).

Adapun sambutan dari Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, menyampaikan bahwa sebagai pionir dalam penerbitan Green Sukuk internasional, Kementerian Keuangan RI merasa terhormat dapat bekerjasama dengan Her Majesty's Treasury, UK Islamic Finance Council, Islamic Development Bank, London Stock Exchange Group dan Global Ethical Finance Initiative untuk semakin meningkatkan pasar Sukuk Hijau.

Inisiatif ini bertujuan untuk mempromosikan Sukuk Hijau sebagai instrumen pembiayaan alternatif, yang menggabungkan dua prinsip yang sangat selaras, kepada khalayak luas secara global, dan memungkinkan emiten untuk tidak hanya memanfaatkan investor Sukuk tetapi juga para investor yang menerapkan konsep Socially Responsible Investment (SRI) di seluruh dunia".

Menkeu mengatakan, Indonesia merupakan pendukung kelas aset dan berkomitmen untuk lebih memperkaya dan mengembangkan Sukuk Hijau, seperti yang terlihat dari upaya konsistennya dalam menerbitkan instrumen setiap tahun.

"Oleh karena itu kami sangat bersemangat untuk berpartisipasi dalam kolaborasi ini dan berharap dapat berbagi pengalaman dan memberikan preseden berharga kepada HLWG. Dan pada saat yang bersamaan, kami mempelajari dan menerapkan praktik atau inisiatif terbaik untuk peningkatan Sukuk Hijau," ujar Sri Mulyani.

Menurutnya, pemulihan dunia dari pandemi global memberikan momentum bagi negara-negara, lembaga multilateral, perusahaan di seluruh dunia untuk bekerja sama untuk tumbuh secara berkelanjutan demi generasi mendatang.

"Kita berutang masa depan dan keberlanjutan planet ini kepada anak-anak kita. Melalui pengelolaan kebijakan yang lebih baik, kami dapat memastikan kewajiban ini untuk memastikan masa depan yang lebih cerah. Ini bukan lagi merupakan sebuah pilihan. Ini tentang kemanusiaan. Kita tidak punya waktu untuk mengabaikan. Inilah saatnya bagi kita untuk memiliki kolaborasi yang nyata,"tambah Sri Mulyani.

Green Sukuk, adalah metode mengumpulkan uang, ini adalah jenis obligasi yang dapat digunakan oleh pemerintah atau perusahaan swasta untuk mengumpulkan uang guna berinvestasi dalam segala jenis kegiatan hijau.

Kedutaan Besar Inggris menerangkan, bahwa HLWG ini diluncurkan selama Program COP26 Keuangan Islam UKIFC yang diadakan di tepi Loch Lomond di Skotlandia.

Kampanye Perjalanan menuju COP26 GEFI memungkinkan para ahli keuangan Syariah dari seluruh dunia untuk berkumpul bersama guna menunjukkan peran penting yang dapat dimainkan oleh keuangan Syariah dalam mendukung aksi iklim di belahan dunia selatan dan sekitarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tujuan

Ilustrasi bendera Inggris (unsplash)
Ilustrasi bendera Inggris (unsplash)

Adapun tiga tujuan penting Kelompok Kerja Tingkat Tinggi (HLWG) tentang Sukuk Hijau yang diluncurkan pada COP26:

Tujuan pertama, meningkatkan jumlah Green Sukuk yang diterbitkan dengan meningkatkan kesadaran.

Kedua, mendorong penyelarasan yang lebih baik antara industri Keuangan Islam dengan gerakan keuangan hijau dan berkelanjutan global.

Kemudian tujuan ketiga, adalah untuk mengatasi tantangan sisi penawaran dan permintaan khusus yang dihadapi Sukuk Hijau.

Tercapainya ketiga tujuan tersebut akan membantu memastikan bahwa kekuatan keuangan Islam dibawa untuk membuat kemajuan pada lingkungan dan keberlanjutan.

"Sangat menyenangkan melihat Inggris dan Indonesia bekerja sama dalam hal ini. Ada permintaan besar untuk investasi hijau dan keuangan. Investor menyadari masa depan kita harus hijau – mereka tahu bahwa aset hijau akan lebih aman dan mempertahankan nilai lebih. Melalui Sukuk Hijau ini kami harap dapat mempermudah dan menarik investor muslim untuk menerapkan konsep investasi yang ramah lingkungan," kata Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Owen Jenkins, dalam sambutannya untuk HLWG.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel