Sri Mulyani: Dana Kelola LPDP Capai Rp 90 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat, total dana abadi yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) saat ini mencapai Rp 90 triliun. Nilai tersebut mencakup kegiatan untuk penelitian.

"Saat ini dana abadi (LPDP) untuk pendidikan dan penelitian telah hingga mencapai Rp 90 triliun," ungkapnya dalam acara Puncak LPDP Week 2021, Sabtu (30/10/2021).

Bendahara Negara ini bilang, anggaran fantastis yang telah digelontorkan negara tersebut untuk memberikan kesempatan luas bagi putra-putri bangsa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

"Sehingga, mereka memiliki tidak hanya kompetensi pengetahuan tapi juga kepercayaan diri," terangnya.

Terlebih, kata Sri Mulyani, putra-putri Indonesia memiliki kesempatan besar untuk unjuk bersaing di dunia internasional. Menyusul, adanya pembuktian meraih prestasi dari para penerima LPDP.

"Sewaktu kita mengirim ribuan dari penduduk Indonesia, para pemuda dan pemudi untuk bisa berkompetensi di sekolah-sekolah terbaik di dunia ternyata berhasil," ucap di menekankan.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Pesan Sri Mulyani ke Penerima LPDP: Anda Berutang Jadikan Indonesia Negara Maju

Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat membahas konsultasi terkait usulan perubahan pengelompokan/skema barang kena pajak berupa kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat membahas konsultasi terkait usulan perubahan pengelompokan/skema barang kena pajak berupa kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Menteri Keuangan Sri Mulyani berkomitmen untuk terus menyalurkan program beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kepada putra-putri terbaik bangsa.

Namun, ia meminta kesadaran para penerima (awardee) beasiswa LPDP, bahwa mereka bisa mengenyam pendidikan tinggi berkat dibayari oleh negara melalui APBN.

"Oleh karena itu Anda berutang kepada negara kita. Utang tidak selalu dibayar dengan uang. Utang dibayar dengan prestasi, reputasi, dan bahkan nanti cara Anda berkontribusi terhadap Republik Indonesia," kata Sri Mulyani saat memberikan pembekalan bagi para penerima LPDP secara virtual, Rabu (29/9/2021).

Sri Mulyani ingin para penerima beasiswa LPDP peka terhadap tantangan yang sedang dihadapi bangsa. Dia lantas menceritakan keberhasilan Indonesia lepas dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income country), dan naik jadi kelompok menengah atas (upper middle).

Tapi karena pandemi Covid-19, Indonesia akhirnya kembali masuk kelompok negara menengah bawah. Ekonomi yang terkontraksi parah jadi penyebabnya.

"Artinya kalau kita ingin menjadi negara yang ikut menjaga ketertiban dunia, berdiri sejajar, kita masih punya PR mengejar ke sana. Menjadi negara yang higher income yang bermartabat, yang memiliki karakter," imbuh Sri Mulyani.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel