Sri Mulyani: Defisit APBN hingga November 2020 Rp883,7 Triliun

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir November 2020 mencapai Rp883,7 triliun.

Dengan demikian defisit APBN hingga bulan itu setara minus 5,6 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Realisasinya pun sebesar 85 persen dari target tahun ini, Rp1.039,2 triliun.

Jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, defisit itu jauh lebih buruk. Sebab, catatan realisasi defisit November 2019 sebesar Rp369,9 triliun atau setara 2,34 persen dari PDB.

"Ini yang menggambarkan bagaimana COVID memengaruhi ekonomi dan keuangan negara," kata Sri saat konferensi pers virtual, Senin 21 Desember 2020.

Defisit itu disebabkan pendapatan negara hanya terealisasi Rp1.423 triliun atau minus 15,1 persen dibanding November 2019. Jika dibandingkan target Rp1.699,9 triliun, realisasinya 83,7 persen.

Sementara itu, belanja negara sudah terealisasi Rp2.306,7 triliun, tumbuh 12,7 persen dari periode yang sama tahun lalu. Realisasinya sudah mencapai 84,2 persen dari target Rp2.739,2 triliun.

Dengan catatan itu, keseimbangan primer pada bulan itu defisit Rp582,7 triliun atau mencapai 83,2 persen dari target tahun ini yang minus Rp700,4 triliun. Angka itu tumbuh 469,8 persen dari catatan November 2019.

"Angka keseimbangan primer yang defisit besar maupun defisit keseluruhan menunjukkan kenaikan defisit yang sangat besar dibandingkan tahun lalu," ungkap Menkeu. (ren)

Baca juga: Medco Energi Optimistis Bisnis Migas Rebound pada 2021