Sri Mulyani Geser Jabatan Sang 'Orang Terkaya di Indonesia'

Ezra Sihite, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati merombak jabatan eselon I di Kementerian Keuangan. Salah satunya jabatan yang digeser adalah jabatan yang disebut jabatan milik “orang terkaya di Indonesia” yaitu posisi direktur jenderal kekayaan negara.

Sri mengatakan, selama ini jabatan yang diemban oleh Isa Rachmatarwata tersebut telah menjadikannya terkenal sebagai “orang terkaya di Indonesia”. Sebab tugasnya adalah mengelola kekayaan negara.

Isa kini ditunjuk sebagai Direktur Jenderal Anggaran sedangkan yang akan menjabat sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara adalah Rionald Silaban. Ia sebelumnya Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.

"Saya terima kasih ke pak Isa dan sudah terlanjur terkenal sebagai orang terkaya di Indonesia. Hari ini terpaksa statusnya berganti oleh pak Rio yang sebagai orang terkaya di Indonesia," tutur Sri saat pelantikan hari ini, Jumat, 12 Maret 2021.

Sri menegaskan, tugas sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara sangatlah berat. Sebab harus menjadikan barang milik negara dan sumber kekayaan negara lainnya menjadi aset yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

"Tidak sekadar sebagai administrator tetapi sebagai aset manajer. Prinsip untuk memanfaatkan the highest and the best use and value dalam pemanfaatan BMN harus terus diterapkan secara sistematis," papar Sri.

Menurutnya hal ini disebabkan karena salah satu indikator suatu peradaban dan perekonomian negara maju adalah asetnya mampu bekerja keras dan efektif berkontribusi bagi penerimaan negara.

"Saya selalu berujar tingkat peradaban perekonomian suatu negara akan terlihat bagaimana aset bisa bekerja keras, dimanfaatkan secara efektif, tidak menjadi aset-aset yang idle," papar Sri.

Sebelumnya, Isa disebut Sri jadi "orang terkaya di seluruh Indonesia" karena mengelola aset negara yang saat ini nilainya mencapai Rp10.467,53 triliun. Nilai itu berdasarkan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2019.

Jika dirincikan, aset negara ini terdiri dari aset lancar Rp491,86 triliun, investasi jangka panjang Rp 3.001,2 triliun, aset tetap Rp5.949,59 triliun, piutang jangka panjang (netto) Rp56,88 triliun, dan aset lainnya Rp967,98 triliun.

"Itu yang kita kelola dan itu didapat dari uang pajak, uang bea cukai, uang PNBP dan piutang," tutur Sri.

Jadi, kekayaan yang di maksud Sri bukan karena pendapatan atau harta pribadi yang dimiliki Isa. Namun jika dibandingkan harta yang dimiliki orang-orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes yang dirilis pada Desember 2020, total aset negara yang dikelola Isa tersebut memang jauh lebih besar. Bahkan mencapai 19 kali lipat kekayaan orang terkaya di RI versi Forbes.

Majalah tersebut masih menempatkan Robert Budi Hartono dan Michael Hartono sebagai orang terkaya di Tanah Air. Pemilik Grup Djarum dan PT Bank Central Asia Tbk, (BBCA) tersebut memiliki kekayaan US$38,8 miliar atau setara Rp546,9 triliun (kurs Rp 14.094 per dolar AS).