Sri Mulyani Ingin SDM Indonesia Timba Ilmu dari Proyek Kereta Cepat

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati meminta, kepada tim manajemen KCIC dapat melakukan alih teknologi dan manajemen proyek serta manajemen operasi Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Dia ingin, keterlibatan anak bangsa di proyek tersebut, tidak sekedar bekerja namun bisa sambil menguasai ilmu dan teknologi.

"Tim manajemen Indonesia akan melakukan alih teknologi dan manajemen proyek dan manajemen operasi Kereta Cepat tersebut," kata Sri Mulyani ketika mendampingi Presiden Joko Widodo dalam meninjau proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, dikutip dari akun Instagramnya @smindrawati, Selasa (18/5).

Bendahara Negara itu juga berharap agar seluruh tim manajemen KCIC memiliki profesionalisme, integritas dan kompetensi untuk dapat membangun proyek infrastruktur Kereta Cepat secara efisien, aman, tepat waktu, tepat kualitas dan tepat biaya.

Seperti diketahui, Proyek Kereta Cepat (KCIC) senilai USD 6 miliar dibangun oleh konsorsium BUMN Indonesia (PT KAI, WIKA, Jasa Marga, PTPN8) bersama Konsorsium Tiongkok dengan ekuitas awal USD 1,5 miliar.

Adapun terdapat 13 tunnel (terowongan) yang akan dibangun sepanjang 16.672 meter. Proyek ini diharapkan selesai akhir tahun 2022.

Sebelumnya, PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) menargetkan seluruh trowongan atau tunnel bisa tembus atau diselesaikan pada akhir tahun ini. Sejauh ini KCIC baru menyelesaikan delapan dari 13 tunnel yang ada di Jalur di Kereta Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 kilometer (km).

"Jadi per minggu ini sudah 8 terowongan yang tembus dan targetnya di akhir tahun semua terowongan selesai. Jadi target menuju masa operasi di akhir tahun depan," kata Direktur Manajemen Proyek Kereta Cepat, Allan Tandiono,ketika mendampingi Presiden Joko Widodo meninjau Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Selasa (18/5).

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Ditinjau Jokowi, Kereta Cepat Jadi Diperpanjang hingga Surabaya?

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kembali menuntaskan salah satu pekerjaan struktur layang (elevated) yang merupakan titik kritis pembangunan di area Bekasi. (Dok KCIC)
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kembali menuntaskan salah satu pekerjaan struktur layang (elevated) yang merupakan titik kritis pembangunan di area Bekasi. (Dok KCIC)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan agar Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia bisa mengambil ilmu dari pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Salah satunya agar ilmu tersebut nanti bisa diimplementasikan jika proyek ini diperpanjang sampai Surabaya.

Ia berharap dari pembangunan kereta api cepat ini, SDM Indonesia bisa memanfaatkan transfer teknologi yang ada. Sehingga bisa mendapatkan ilmu dari proses pembangunannya.

"Kita harapkan nanti apabila sudah diputuskan akan diperpanjang sampai ke Surabaya, kesiapan SDM kita sudah memiliki pengalaman yang Jakarta-Bandung," ungkap Jokowi saat meninjau Tunnel #1 Kereta Cepat Jakarta - Bandung, Kota Bekasi, pada Selasa (18/5/2021).

Selain itu, Jokowi pun berharap kereta cepat Jakarta-Bandung bisa terintegrasi dengan LRT dan MRT di Jakarta agar bisa menghasilkan efisiensi waktu yang lebih optimal.

"Dan kita harapkan ini menjadi sebuah daya saing bagi negara kita untuk bersaing dengan negara-negara lain lain," tuturnya.

Progres pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sendiri sudah mencapai 73 persen. Proses uji coba direncanakan pada akhir 2022, setelah itu baru akan dimulai pengoperasiannya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel