Sri Mulyani: Kampus Jangan Sampai Tertinggal karena Tak Berinteraksi dengan Dunia Nyata

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta kepada para pengajar perguruan tinggi untuk mengikuti perkembangan zaman. Para dosen harus mengubah cara mengajar mengikuti kemajuan sehingga bisa diterima oleh para mahasiswa.

Sri Mulyani juga mengatakan, para pengajar harus melihat perkembangan zaman sehingga bisa mencocokan ilmu yang diajarkan dengan kebutuhan di industri.

"Saya harap kampus tidak tertinggal hanya karena Anda tidak berinteraksi dengan dunia nyata. Kolaborasi ini sangat penting," kata Sri Mulyani dalam Sambutan Penandatanganan MoU antara Unpad, UPN Veteran, UNEJ dalam rangka program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, Jakarta, Jumat (3/9/2021).

kemenkeu pun juga sudah membuka diri dengan memberikan kesempatan kepada kampus-kampus untuk mengirimkan mahasiswanya bekerja di kantor pemerintahan secara langsung. Hal ini dengan Program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka.

Sri Mulyani menjelaskan, program ini bukan program magang biasa. Alasannya, program ini tidak hanya sebatas memberikan cap kepada mahasiswa sebagai syarat kelulusan saja tetapi lebih dari itu. Program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka diharapkan memberikan timbal balik bagi mahasiswa maupun institusi pemerintah untuk saling bertukar pengalaman.

"Jangan sampai mahasiswa yang magang lebih kapabel setelah magang ketika kembali ke kampus dari pada dosen atau tenaga pengajarnya. Kalau mindset kampusnya masih lama dan mereka jadi tidak memberikan dampak," kata dia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sekedar Lulus

Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat membahas konsultasi terkait usulan perubahan pengelompokan/skema barang kena pajak berupa kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat membahas konsultasi terkait usulan perubahan pengelompokan/skema barang kena pajak berupa kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sri Mulyani pun memaksa jajaran rektorat untuk mengikuti perkembangan zaman. Menentukan bahan ajar atau kurikulum yang digunakan relevan atau tidak tertinggal dengan kondisi terkini. Sehingga akan ada umpan balik yang bagus ketika mahasiswa kembali ke kampus setelah proses pemagangan.

"Anda akan dihadapkan feedback yang bagus kalau maju terus, jadi para dosen, rektor ini yang saya berikan buat mata ajaran ini cukup bagus kualitasnya, " kata dia.

Maka dari itu, dia meminta perguruan tinggi bisa mengubah pola pikir yang lama. Para pengajarnya harus bisa membuka diri dan berinteraksi dengan yang terjadi di industri atau dunia kerja. Sehingga kampus bisa mencetak lulusan-lulusan terbaiknya bukan hanya sekedar lulus saja.

"Kampus bukan hanya harus menyiapkan lulusan yang siap hari ini tetapi juga siap dengan tantangan ke depan. Ini proses belajar yang terus menerus dan ini bisa jadi langkah awal yang baik," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel