Sri Mulyani: Kita Berhasil Kurangi Pengangguran 1,02 Juta Orang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengkalim, bahwa pemerintah telah mampu mengurangi tingkat pengangguran di Tanah Air di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pengangguran per Februari 2021 berjumlah 8,75 juta orang, berkurang 1,02 juta orang dari posisi Agustus 2021 yang sebanyak 9,77 juta orang

"Kita mampu mengurangi pengangguran sebanyak 1,02 juta orang atau 0,81 percentage point, ini sesuatu yang bagus," ujar Sri Mulyani saat Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5).

Dengan perkembangan tersebut, pemerintah optimis tingkat pengangguran di Indonesia akan kembali terus berkurang dan penyerapan tenaga kerja akan segera maksimal. Sebab, pada kuartal II-2021 ekonomi RI berada di jalur yang positif.

"Q2 (kuartal II) nanti momentum naik kita harap kesempatan kerja terjadi lagi dan kesejahteraan naik dan tingkat pengangguran akan mulai menurun kembali," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati memprediksi pertumbuhan ekonomi akan mencapai 7,1 persen hingga 8,3 persen di kuartal II 2021. Hal ini diungkapkannya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Senin (24/5).

"Proyeksi kita di Kementerian Keuangan di kuartal II antara 7,1 persen sampai 8,3 persen," katanya.

Kontribusi ke PDB

Pencari kerja mencari informasi lowongan pekerjaan saat acara Job Fair di kawasan Jakarta, Rabu (27/11/2019). Job Fair tersebut digelar dengan menawarkan lowongan berbagai sektor untuk mengurangi angka pengangguran. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Pencari kerja mencari informasi lowongan pekerjaan saat acara Job Fair di kawasan Jakarta, Rabu (27/11/2019). Job Fair tersebut digelar dengan menawarkan lowongan berbagai sektor untuk mengurangi angka pengangguran. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pertumbuhan ini didorong oleh pengeluaran yang berkontribusi besar terhadap PDB, seperti konsumsi rumah tangga yang diproyeksi 6 hingga 6,8 persen dan konsumsi pemerintah di 8,1 persen hingga 9,7 persen.

Investasi juga diharapkan tumbuh antara 9,4 hingga 11,1 persen, ekspor 14,9 sampai 19,7 persen dan impor 13 hingga 19,7 persen.

Lanjutnya, pertumbuhan ini dilandasi oleh beberapa hal, seperti indikator ekonomi dunia yang sudah membaik. PMI manufaktur global berada di level 55,8 dan di Indonesia berada di 54,6, lebih baik dibandingkan April di level 53,2.

"Untuk full years kami masih modest karena kuartal I masih terkoreksi karena Covid-19 meningkat. Kita harap kuartal III dan kuartal IV masih akan terealisasi," ujarnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel