Sri Mulyani: Kita Harus Persiapkan Diri Hidup dengan COVID-19

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati berharap, tahun ini akan menjadi tahun pemulihan ekonomi nasional terdampak Pandemi COVID-19. Pemulihan itu pun terus berlanjut hingga di 2022.

Namun, Sri Mulyani mengakui bahwa Pandemi COVID-19 juga masih akan terus menjadi faktor berpengaruh ketidakpastian perekonomian global.

"Presiden telah menginstruksikan kepada seluruh menteri, TNI/Polri, untuk segera melakukan akselerasi program vaksinasi. COVID-19 harus ditangani dan diatasi sebelum kita bisa bicara tentang pemulihan ekonomi yang sustainable," kata Sri Mulyani dalam telekonferensi, Selasa 24 Agustus 2021.

Dengan tingginya aspek ketidakpastian sebagai dampak dari COVID-19 ini, maka Pemerintah pun mengambil langkah responsif dan adaptif termasuk membuat APBN bekerja lebih keras untuk menghadapi kondisi tersebut.

Baca juga: Kurangi Beban Pemerintah, BI Bantu Beli SBN Rp200 Triliun Lebih

"APBN harus melakukan berbagai respons terhadap kenaikan jumlah COVID-19. Untuk belanja negara tahun 2021, kita melihat semester I, peranan APBN sebagai countercyclical terlihat sekali. Sementara dari pendapatan juga menunjukkan adanya tanda-tanda pemulihan, dan juga penerimaan yang mulai masuk dalam pertumbuhan positif," ujarnya.

Kemudian, Sri Mulyani juga mengatakan bahwa Indonesia harus siap menjalani kehidupan baru dengan cara berdampingan dengan COVID-19. Hal itu seiring pendapat yang menyebut bahwa Pandemi COVID-19 nantinya akan berubah menjadi endemi.

"Kita harus mempersiapkan diri karena semua juga menyiapkan diri untuk bagaimana hidup dengan Pandemi COVID-19 yang akan menjadi endemi," kata Sri Mulyani.

Dia pun memastikan bahwa pemerintah juga akan terus menyiapkan vaksinasi hingga muncul herd immunity, dan disiplin protokol kesehatan 5M yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas.

Kemudian, Menkeu mengatakan bahwa dalam hal penanganan COVID-19, Indonesia telah relatif bisa mengendalikannya. Namun, Indonesia juga harus tetap waspada, karena pandemi COVID-19 ini masih akan terus mengancam jiwa, sosial, dan ekonomi semua bangsa ke depannya.

"Semua negara harus mulai merespon hidup dengan Pandemi COVID-19. Masyarakat harus disiplin protokol kesehatan," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel