Sri Mulyani minta Kemenkeu gencar edukasi soal APBN

·Bacaan 2 menit

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta jajaran Kementerian Keuangan gencar melakukan edukasi terkait anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) kepada masyarakat terutama generasi muda.

"Saya kagum anak-anak SMP dan SMA sekarang memiliki semangat dan keingintahuan yang luar biasa untuk mengenal instrumen keuangan negara ini," katanya dalam Olimpiade APBN 2021 di Jakarta, Jumat.

Sri Mulyani menuturkan ajang Olimpiade APBN yang digelar tiap tahun dan telah memasuki tahun keempat ini merupakan salah satu bentuk kerja keras Kemenkeu dalam menyebarluaskan ilmu mengenai APBN.

Olimpiade APBN ini awalnya hanya diikuti oleh ratusan kelompok pelajar dari berbagai penjuru wilayah di Indonesia dan kini telah diikuti oleh ribuan kelompok pelajar.

"Teman-teman Kemenkeu punya inovasi agar anak-anak paham uang negara dan sambutan dari anak-anak SMP, SMA dan mahasiswa luar biasa dari tadinya ratusan sekarang ribuan kelompok," jelasnya.

Di sisi lain, Sri Mulyani menginginkan Kemenkeu membuat terobosan-terobosan serta inovasi lain agar mampu lebih menggugah generasi muda untuk mendalami APBN.

Ia pun meminta Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatawarta dan Kepala BPPK Andin Hadiyanto mengubah konsep Olimpiade APBN menjadi seperti ajang pencarian bakat musik di televisi.

"Saya sudah minta ke Pak Isa dan Pak Andin untuk membuat juara-juara per kepulauan dan dibuat semacam Indonesia Idol bagus juga untuk tiap satu tahun berturut-turut," katanya.

Menurutnya, konsep ini akan semakin mendorong jiwa kompetitif yang sehat terhadap diri generasi muda dalam mendalami pengetahuan APBN.

Ia menyakini melalui inovasi perlombaan dengan konsep-konsep menarik akan mampu membuat generasi muda paham bahwa keuangan negara adalah hak masyarakat sehingga penggunaannya akan kembali ke rakyat.

"Nanti Anda akan menjadi menkeu, dirjen atau pekerja siapa pun tapi Anda memahami negara ini diurus dan dalam mencapai cita-citanya membutuhkan uang dan uang negara diurus dengan rambu-rambu dan kalian memahaminya," jelasnya.

Baca juga: Kemenkeu: APBN 2022 akan antisipatif dan responsif hadapi endemi
Baca juga: Kemenkeu perkirakan defisit APBN 2021 di bawah target 5,7 persen
Baca juga: Rapat Paripurna DPR-RI sahkan RAPBN 2022 jadi Undang-Undang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel