Sri Mulyani Minta PLN Gunakan PMN untuk Pengembangan Energi Terbarukan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti rendahnya pemanfaatan energi terbarukan di Tanah Air. Untuk itu, dia mendorong PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menggunakan anggaran penyertaan Modal Negara (PMN) untuk pembiayaan berbagai program guna pengembangan energi terbarukan.

"Di Indonesia, Kementerian Keuangan menyediakan suntikan modal atau PMN. Saat ini PMN perlu difokuskan untuk lebih mendukung energi terbarukan," ujar dia dalam webinar PLN Go Green and Sustainable, Senin (2/11).

Bendahara negara mencatat, potensi energi terbarukan yang belum dioptimalkan mencapai 442 gigawatt. "Sementara Indonesia baru memanfaatkan sebesar 10,4 gigawatt atau setara dengan 2,4 persen," terangnya.

Padahal, kata Sri Mulyani, Pemerintah Indonesia menargetkan pemanfaatan energi terbarukan dapat mencapai 23 persen atau setara 45 gigawatt. Sebagaimana yang tertuang dalam bauran energi nasional pada tahun 2025 mendatang.

"Jadi ini tantangan besar bagi kita untuk dapat mencapai 23 persen bauran energi terbarukan dalam energi nasional kita. Dan Indonesia tidak kekurangan potensi," tegasnya.

Maka dari itu, PLN selaku BUMN kelistrikan diminta untuk dapat meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia. Sehingga turut menyukseskan target pemerintah atas bauran energi pada 2025 mendatang.

"Pak Zulkifli (Direktur Utama PLN) mengatakan, untuk menyelesaikan target elektifikasi sebesar 100 persen adalah hal yang menantang, namun saya ingin agar PLN tidak hanya mencapai target tersebut, namun juga mencapai target bauran energi seperti yang sudah direncanakan. Dalam hal ini, PMN harus lebih didedikasikan untuk memperluas dan mengembangkan energi terbarukan di Indonesia," tutupnya.

PMN PLN

PT PLN (Persero) melalui anak usahanya, PT Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Bali, mengolah limbah sampah menjadi bahan bakar untuk pembangkit listrik. Langkah ini untuk membantu mengurangi sampah di Kabupaten Klungkung, Bali.
PT PLN (Persero) melalui anak usahanya, PT Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Bali, mengolah limbah sampah menjadi bahan bakar untuk pembangkit listrik. Langkah ini untuk membantu mengurangi sampah di Kabupaten Klungkung, Bali.

Sebelumnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) memperoleh penyertaan modal negara (PMN) sebanyak Rp5 triliun. Keputusan ini resmi diteken Presiden Joko Widodo atau Jokowi melalui Peraturan Pemerintah Nomor (PP) 37 Tahun 2020 tentang Penambahan Penyertaan Modal ke dalam Modal Saham Perusahaan PT PLN.

Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini, mengatakan anggaran dari PMN akan digunakan untuk meningkatkan kemampuan pendanaan berbagai program perseroan guna melanjutkan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Yakni, penyelesaian infrastruktur kelistrikan program 35.000 megawatt (MW).

Kemudian, pembangunan transmisi dan gardu induk yang tersebar di tiga area yaitu Sulawesi, Jawa dan Madura, serta Sumatra Kalimantan. "Tak hanya itu, penetrasi dari dana tersebut juga akan digunakan untuk pembangunan pembangkit EBT yang ramah lingkungan," imbuh dia dalam rapat dengar bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (14/7).

Zulkifli menambahkan, tambahan dana itu juga akan digunakan oleh perseroan untuk investasi program listrik masuk desa. Kebijakan ini dalam rangka meningkatkan ratio elektrifikasi hingga 100 persen sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

"Sesuai usulan, anggaran PMN digunakan untuk proyek pembiayaan program kita. Sebagian diantaranya untuk pendanaan investasi program listrik masuk desa," jelasnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: