Sri Mulyani: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Jangan Lengah

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati meminta kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk tidak lengah dalam menjalankan tugas negara, meski kasus aktif Covid-19 di Indonesia tengah menurun.

Menurutnya, kondisi ini harus dimanfaatkan untuk kembali bekerja secara maksimal.

"Saya terus mengingatkan kepada saudara-saudara sekalian di dalam melakukan kegiatan dalam suasana pandemi tetap menjaga protokol kesehatan saat ini terjadi penurunan kasus di Indonesia tahun ini tidak boleh menjadi alasan bagi kita untuk lengah," kata dia dalam acara Peringatan Hari Bea dan Cukai ke-75 di 2021, Sabtu (2/10/2021).

Bendahara Negara itu ingin para jajaran Bea dan Cukai mengambil pelajaran bahwa pandemi Covid-19 bisa menciptakan suatu gelombang secara tiba-tiba seperti yang terjadi pada varian delta.

Sebagai aparatur negara dan sekaligus juga sebagai individu yang memiliki keluarga dan kerabat, maka dia ingin seluruh jajarannya tetap menjaga protokol kesehatan.

"Pandemi covid-19 telah memberikan dampak yang sungguh-sungguh luar biasa. Ini adalah kejadian dunia yang dihadapi oleh seluruh negara di dunia yang diakibatkan covid-19 tidak hanya pada sisi kesehatan namun memberikan dampak sosial ekonomi yang sangat besar," katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sisi Kesehatan

Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat membahas konsultasi terkait usulan perubahan pengelompokan/skema barang kena pajak berupa kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Menkeu Sri Mulyani mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3/2021). Rapat membahas konsultasi terkait usulan perubahan pengelompokan/skema barang kena pajak berupa kendaraan bermotor yang dikenai PPnBM. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari sisi kesehatan, pemerintah sendiri mencatat Indonesia mencapai lebih dari 4 juta kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara 95 persen telah sembuh, namun yang menjadi perhatian tentu 140.000 jiwa yang meninggal akibat pandemi covid 19.

"Ini bukan sekadar angka mereka adalah bagian dari rakyat dan bangsa Indonesia," katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun mengajak semuanya untuk berdoa bagi rekan-rekan kerja, keluarga maupun kerabat yang telah mendahului akibat pandemi Covid-19. "Juga saya ingin mengajak kita semua berdoa bagi mereka yang pernah diuji menghadapi pandemi Covid-19 semoga segera dapat disehatkan dan pulih kembali beraktifitas," tandasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel