Sri Mulyani Pastikan Ekonomi RI Terus Berlanjut Meski Ada Ketidakpastian Global

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 masih akan berlanjut. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya konsumsi dan investasi serta kinerja ekspor.

Untuk berbagai indikator pada Juni 2022 juga tercatat tetap baik, seperti Indeks Penjual Real (IPR) tumbuh 15,4 persen (yoy), kinerja sektor manufaktur tetap positif tercermin dari MPI yang masih ekspansif.

"Konsumsi listrik terutama industri maupun bisnis juga tumbuh positif dan kuatnya indeks keyakinan konsumen meningkat 128,2 dari posisi Maret yang lalu di 111,0 hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki optimis terhadap prospek pemulihan ekonomi," ujar Sri Mulyani, saat konferensi pers, Senin (1//8).

Kemudian dari sisi kinerja neraca pembayaran Indonesia masih diperkirakan tetap kuat ditengah tekanan terjadinya arus keluar modal.

"Di triwulan II 2022 diproyeksikan mencatat surplus dan lebih tinggi dibandingkan capaian triwulan I, hal ini terutama didukung oleh kenaikan surplus neraca perdagangan terutama akibat tingginya harga komoditas global yang merupakan barang-barang ekspor Indonesia," terang Menkeu.

Imbas Pertumbuhan Ekonomi Global Rendah

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan rendah serta meningkatnya risiko stagflasi dan ketidakpastian global. Tekanan inflasi yang semakin tinggi diakibatkan dengan harga komoditas yang meningkat karen rantai pasok yang diakibatkan oleh perang geopolitik Ukraina dan Rusia dan juga meluasnya kebijakan proteksionisme pada pangan.

"Amerika Serikat merespon naiknya inflasi dengan mengetatkan suku bunga sehingga menyebabkan pemulihan ekonomi AS menjadi tertahan dan juga meningkatkan fenomena stagflasi," jelasnya.

Pertumbuhan ekonomi di negara termasuk AS, Eropa, Jepang, China dan India diperkirakan akan lebih rendah seperti prediksi yang sebelumnya, ditambah dengan terjadinya resesi di AS dan Eropa. "Bank Dunia dan IMF telah merevisi pertumbuhan global untuk 2022 yaitu 4,1% menjadi 2,6%. IMF merevisi ke bawah dari 3,6% jadi 3,2%," jelas Sri Mulyani.

Ketidakpastian global juga memberikan dampak buruk kepada pasar keuangan Indonesia sehingga banyak dana asing terus mengalir keluar.

"Ketidakpastian pasar keuangan global akibat tingginya inflasi di negara maju dan pengetatan kebijakan moneter menjadikan banyaknya aliran modal asing, dan menekan nilai tukar di negara berkembang," tandasnya. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel