Sri Mulyani: Pemanasan Global akan Semakin Parah di Tahun 2100

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mewanti-wanti akan ancaman climate change berupa isu pemanasan global (global warming) yang akan semakin parah di tahun 2100. Pemanasan global menyebabkan bencana alam seperti banjir dan tanah longsor yang semakin tak terduga.

Menurut laporan terbaru Konvensi Rangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC), Sri Mulyani mengatakan, suhu dunia akan semakin panas pada 2100 nanti.

"Dikatakan bahwa di tahun 2100, dunia pasti kalau tetap status seperti sekarang, akan lebih hangat 2,6 derajat centigrade. Ini adalah level kenaikan suhu yang melewati batas toleransi," tegas Sri Mulyani, Jumat (28/10).

Proyeksi penghangatan suhu bumi tersebut akan semakin panas dibanding batas toleransi yang ditetapkan negara di dunia pada 2015, yakni agar tidak melampaui 1,5 derajat centigrade lebih hangat.

Sri Mulyani lantas menggambarkan kondisi dunia bila situasi global warming jadi semakin tak terkondisikan memasuki abad 22.

"Anda tidak tahu, kalau dunia menghangat 1,5 derajat centigrade atau lebih, maka tidak hanya kutub utara kutub selatan mencair, permukaan naik, tapi juga pola musiman berubah sama sekali," paparnya.

Bencana Alam

Perubahan pola musiman juga akan berimbas terhadap kejadian bencana alam yang semakin tak terduga dan meluas. Otomatis, itu bakal turut berdampak terhadap kegiatan ekonomi global.

"Maka kalau lihat, kita melihat banyak sekali bencana alam, karena tidak ada lagi pola yang dianggap normal. Musim kering bisa panjang sekali, lalu terjadi kebakaran hutan. Musim hujan jadi sangat ekstrem sampai terjadi tanah longsor dan banjir," tuturnya.

"Itu mengancam manusia, itu juga mengancam ekonomi," imbuh Sri Mulyani.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [idr]