Sri Mulyani: Pemerintah Fokus Jaga Kesehatan Fisik hingga Ekonomi Masyarakat RI

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan sudah dua kali Lebaran dirayakan di masa pandemi COVID-19. Hal ini membuat banyak pihak tidak bisa berinteraksi secara fisik.

"Ini sudah tahun kedua kita semua tidak bisa berinteraksi secara fisik," kata Sri Mulyani dalam Silaturahmi Daring Kementerian Keuangan - Idul Fitri 1442H, Jakarta, Jumat, (14/5/2021).

Tak bisa dipungkiri dampaknya sangat luas baik dari sisi kesehatan fisik dan mental maupun kesehatan ekonomi. Pemerintah pun saat ini masih terus berkonsentrasi untuk menjaga masyarakat tetap sehat secara fisik dan ekonomi.

"Kita sekarang memang masih berkonsentrasi fokus untuk betul-betul menjaga keseluruhan masyarakat kesehatan dari sisi kesehatan ekonomi agar kita bisa tidak hanya bertahan tapi juga pulih kembali," tutur Sri Mulyani.

Pemerintah juga masih akan terus memformulasikan berbagai kebijakan. Sri Mulyani mengakui berbagai pilihan kebijakan yang ada tidak selalu mudah diputuskan. Terkadang ada saja pilihan yang diambil harus bukan yang terbaik.

"Kadang-kadang pilihan kebijakan enggak selalu gampang buat kami, karena memang kadang pilihan-pilihannya juga tidak selalu pilihan antara yang first best,second," kata dia.

Sri Mulyani mengatakan, keputusan yang diambil dan dipilih untuk menjaga masyarakat dan ekonomi Indonesia.

"Tapi kadang-kadang pilihan ini adalah pilihan yang favorable tapi harus diambil dalam rangka untuk menjaga masyarakat, menjaga seluruh perekonomian," ia menambahkan.

Untuk itu, dalam hal ini, Sri Mulyani merasa perlu untuk menjalin hubungan baik dengan media massa untuk membantu mengkomunikasikan kepada masyarakat.

"Jadi di dalam situasi seperti inilah kami menganggap hubungan komunikasi yang baik dengan media perlu untuk terus diperkuat dijaga," ujar dia.

Anisyah Al Faqir

Merdeka.com

Sri Mulyani Belum Bisa Nikmati Libur Lebaran

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Feb 2019 di Jakarta, Rabu (20/2). Kemenkeu mencatat defisit APBN pada Januari 2019 mencapai Rp45,8 triliun atau 0,28 persen dari PDB. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Feb 2019 di Jakarta, Rabu (20/2). Kemenkeu mencatat defisit APBN pada Januari 2019 mencapai Rp45,8 triliun atau 0,28 persen dari PDB. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengaku tidak sempat menikmati masa libur Lebaran. Alasannya, dalam tiga bulan ke depan Kementerian Keuangan memiliki sejumlah agenda yang padat dan harus segera diselesaikan.

"Kita enggak sempat buat libur Lebaran karena kita harus menyiapkan KMB BKM, audit BPK dan dua rancangan undang-undang," kata Sri Mulyani dalam Silaturahmi Daring Kementerian Keuangan - Idul Fitri 1442 H, Jakarta, Jumat, (14/5/2021).

Dia menyebutkan, pihaknya tengah menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN 2022. Setelah itu, RUU akan diajukan kepada DPR dan dibahas bersama wakil rakyat di Senayan.

"Kita akan menyelesaikan RUU untuk APBN," kata dia.

Sehingga, dalam tiga bulan ke depan, Sri Mulyani akan banyak berinteraksi dengan media massa. Dia berpesan, agar media bisa menjadi sarana penyalur berita dari pemerintah.

Dia juga menginginkan siaran berita yang dipublikasikan ditulis dengan baik. Namun, bukan berarti harus memuji kinerja pemerintah, melainkan menyiarkan kabar yang membuat Indonesia semakin baik.

"Mohon buat berita baik bukan yang memuji-muji tapi membuat berita agar Indonesia semakin baik," ujar dia

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel