Sri Mulyani: Penduduk Negara Ekonomi Kuat Jauh Lebih Banyak Terkena Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, negara dengan ekonomi kuat dan besar jauh lebih banyak terkena Virus Corona. Hal tersebut terbukti dari banyaknya kasus positif Covid-19 selama 7 hari per 1 juta penduduk.

"Jadi kalau kita lihat negara-negara yang ekonomi kuat pun per 1 juta penduduknya jauh lebih banyak terkena Covid," kata Sri Mulyani dalam rapat bersama DPR, Jakarta, Rabu (25/8).

Semenjak terjadi tahun lalu kasus Covid-19 sampai saat ini sudah mencapai 213 juta kasus. Negara paling banyak terjangkit secara kasus harian per 1 juta penduduk Amerika Serikat 147 ribu, Iran 35,5 ribu, Inggris 32 ribu, India 30 ribu.

"Kemudian Brazil 29,3 ribu, Jepang 22,2 ribu, Malaysia negara tetangga kita 21 ribu. Prancis 21 ribu, Rusia 20 ribu, Thailand 19,8 ribu. Indonesia rata rata 7 hari terakhir 16,8 ribu," kata Sri Mulyani.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dampak Pandemi

Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Feb 2019 di Jakarta, Rabu (20/2). Kemenkeu mencatat defisit APBN pada Januari 2019 mencapai Rp45,8 triliun atau 0,28 persen dari PDB. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat konferensi pers APBN KiTa Edisi Feb 2019 di Jakarta, Rabu (20/2). Kemenkeu mencatat defisit APBN pada Januari 2019 mencapai Rp45,8 triliun atau 0,28 persen dari PDB. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sri Mulyani mengatakan, perekonomian sejak tahun lalu pandemi menjadi faktor dominan penentu perekonomian suatu negara. Oleh karena itu, sebelum pemerintah melihat perekonomian selalu mendahulukan perkembangan dari pandemi Covid-19.

"Pandemi dihadapi semua negara. Semua negara merespon seperti melakukan lockdown. Ada yang kemudian mengakselerasi vaksinasi, ada yang menggunakan disiplin prokes. Ada yang menggunakan lockdown dan kemudian ekonominya berhenti. Ada yang menggunakan kombinasi gas and rem seperti Indonesia," jelas Sri Mulyani.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel