Sri Mulyani Ramal Pertumbuhan Ekonomi 3,3 Persen di Semester I 2021

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, Indonesia akan lepas dari lubang resesi pada kuartal II 2021 dengan mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 7 persen.

Jika dikompilasi dengan capaian pada kuartal I 2021 yang masih terkontraksi -0,74 persen, maka pertumbuhan ekonomi di sepanjang semester I 2021 berada di kisaran 3,2-3,3 persen.

"Untuk semester pertama perekonomian sudah menunjukan perbaikan cukup baik, namun kuartal I yang masih pertumbuhan -0,7 akan terakselerasi di kuartal II. Sehingga keseluruhan semester I itu pertumbuhannya di 3,1-3,3 persen," terang Sri Mulyani, Senin (5/7/2021).

Selain pertumbuhan ekonomi, Sri Mulyani memprediksi laju inflasi di semester I 2021 sekitar 1,33 persen. Kemudian tingkat suku bunga 6,59 persen, ke ih rendah dari asumsi 7,29 persen untuk SBN 10 tahun.

Lalu nilai tukar rupiah Rp 14.599 per dolar AS, lebih rendah dari asumsi Rp 14.600 per dolar AS. Serta garga minyak USD 62 per barel, lebih tinggi dari asumsi USD 45 per barel.

Semester II

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (kanan) berbincang bersama Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati di sela-sela jumpa pers terkait disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja di Graha Sawala Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (7/10/2020). (Liputan6.comHelmi Fithriansyah)
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto (kanan) berbincang bersama Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati di sela-sela jumpa pers terkait disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja di Graha Sawala Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (7/10/2020). (Liputan6.comHelmi Fithriansyah)

Untuk semester II 2021, Sri Mulyani mengingatkan, pertumbuhan ekonomi akan sangat bergantung pada kondisi penyebaran Covid-19 yang saat ini dihadapi. Terutama berapa lama kenaikan kasus Covid-19 dan pengetatan yang harus dilakukan.

"Kalau skenarionya akan cukup moderat, yaitu Juli sudah bisa dikendalikan dan pada Agustus sudah ada aktivitas yang normal, kemudian restriksi dikurangi, maka ekonomi akan bisa tumbuh pada kondisi pertumbuhan di atas 4 persen, mendekati 5 persen," tuturnya.

"Namun apabila restriksinya cukup panjang karena covidnya masih sangat tinggi, maka pertumbuhan ekonomi di kuartal III bisa turun di sekitar 4 persen. Ini yang harus kita waspadai," imbuh Sri Mulyani.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel