Sri Mulyani: Realisasi anggaran Kemenkeu Rp19,93 triliun per Agustus

·Bacaan 2 menit

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan anggaran Kementerian Keuangan yang tidak termasuk Badan Layanan Umum (BLU) telah terealisasi Rp19,93 triliun atau 63,65 persen dari pagu Rp31,31 triliun dan tumbuh 0,62 persen (yoy) per 27 Agustus 2021.

"Dari sisi capaian anggaran kita di 2021 pagunya Rp31,31 triliun untuk Kemenkeu saja, non BLU. Dan realisasinya sampai Agustus akhir Rp19,9 triliun atau 63,6 persen,” katanya dalam Raker bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis.

Sri Mulyani merincikan realisasi anggaran tersebut meliputi belanja pegawai sebesar Rp15,38 triliun atau 75,1 persen dari pagu sebesar Rp20,48 triliun yang tumbuh 6,51 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Kemudian juga berasal dari realisasi belanja barang sebesar Rp3,83 triliun atau 48,19 persen dari pagu sebesar Rp7,9 triliun yang tumbuh 2,6 persen (yoy).

Selanjutnya, untuk belanja modal terealisasi Rp705,3 miliar atau 24,67 persen dari pagu sebesar Rp2,85 triliun yang terkontraksi 45,71 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

"Sehingga ini nanti ada implikasinya, kami mohon untuk dikucurkan karena ini menyangkut investasi belanja modal terutama untuk IT sistem kita,” ujarnya.

Sementara itu, ia menuturkan belanja-belanja tersebut bukan berdasarkan unit eselon I melainkan tematik yakni berdasarkan lima kelompok meliputi policy, penerimaan, belanja negara, perbendaharaan dan kekayaan risiko, serta dukungan manajemen.

Secara rinci jika dilihat dari capaian program, untuk kelompok kebijakan fiskal realisasi anggarannya sebesar 21,11 persen dengan capaian output 31,12 persen dan kelompok pengelolaan penerimaan negara terealisasi 50,91 persen dengan capaian output 73,79 persen.

Untuk kelompok pengelolaan belanja negara anggarannya terealisasi 36,57 persen dengan capaian output 46,02 persen sedangkan pengelolaan perbendaharaan, kekayaan negara dan risiko terealisasi 42,24 persen dengan capaian output 62,63 persen.

Terakhir yakni kelompok dukungan manajemen anggarannya terealisasi 64,56 persen dengan capaian output 62,85 persen.

“Kita lihat capaian outputnya (secara total) sudah 65,04 persen dan realisasi anggaran (secara total) 63,65 persen,” katanya.

Selain itu, berdasarkan data yang dipaparkan Sri Mulyani ternyata Kemenkeu telah melakukan empat kali penghematan anggaran pada 2021 dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Penghematan ini meliputi sebesar Rp877 miliar pada 12 Januari 2021, Rp2,02 triliun pada 18 Mei 2021, Rp251,3 miliar dan Rp353,02 triliun.

Baca juga: Kemenkeu alokasikan Rp27,4 triliun untuk pengembangan TIK 2022
Baca juga: Komisi XI DPR setujui anggaran Kemenkeu 2021 sebesar Rp43,3 triliun
Baca juga: Kemenkeu usulkan pagu indikatif Rp43,19 triliun untuk 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel