Sri Mulyani: SDM hingga kesetaraan gender jadi aspek penting Visi 2045

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan sumber daya manusia (SDM), kebijakan fiskal, hingga kesetaraan gender merupakan aspek penting yang harus dikembangkan dalam rangka mewujudkan visi Indonesia menjadi negara maju pada 2045.

Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Australia yaitu dalam acara Indonesia Update ke-39 yang diselenggarakan oleh Australian National University (ANU) Indonesia Project.

"Indonesia perlu memfokuskan kebijakannya untuk mendorong empat pilar kebijakan yang salah satunya pembangunan SDM serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.

Untuk sumber daya manusia, terdapat tiga area utama kebijakan yaitu kesehatan, pendidikan dan perlindungan sosial.

Di bidang kesehatan, kebijakan utamanya adalah memperkuat kebijakan preventif dan promotif, mendorong kemandirian industri kesehatan serta memperkuat jaminan sosial.

Di bidang pendidikan, pemerintah fokus memperkuat prasekolah, pembangunan infrastruktur pendidikan, akses inklusif terhadap pendidikan dan peningkatan kualitas pendidik.

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dikelola Kemenkeu telah menjangkau hingga 32.842 penerima beasiswa dengan 52,4 persen penerima merupakan perempuan.

Di bidang perlindungan sosial, pemerintah fokus meningkatkan jaminan sosial serta perlindungan sosial seperti pemberian program keluarga harapan (PKH) kepada 10 juta keluarga dan akses pembiayaan kepada 5,38 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dari 5,38 juta UMKM penerima akses pembiayaan itu sebanyak 95 persen di antara merupakan perempuan bahkan saat pandemi terdapat 12,8 juta UMKM menerima bantuan produktif mikro usaha (BPUM) dengan 70 persen di antaranya dikelola oleh perempuan.

UMKM juga mendapat bantuan dalam bentuk insentif pajak serta pelatihan yang hasilnya mulai terlihat seperti pada peningkatan angka harapan hidup, peningkatan angka partisipasi sekolah serta penurunan kemiskinan dan ketimpangan.

Sementara dari sisi kesetaraan gender yang turut mendukung Visi Indonesia 2045, Sri Mulyani menegaskan masih banyak ketimpangan yang perlu diperbaiki seperti partisipasi wanita di bidang ekonomi, kesehatan, politik dan akses internet.

"Dengan kesetaraan gender maka kita bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi global hingga 9 persen atau sekitar 135 juta dolar AS berdasarkan penelitian Bank Dunia tahun 2021," tegasnya.

Baca juga: Menkeu: Kesetaraan gender akan tambah PDB global 28 triliun dolar AS
Baca juga: Menkeu: Pembangunan SDM jadi kunci kemajuan negara
Baca juga: Menkeu: Kualitas SDM penentu keluar jebakan pendapatan menengah