Sri Mulyani Sebut Gelombang Kedua Covid-19 di Eropa Jauh Lebih Rumit

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut peningkatan kasus positif Covid-19 telah terjadi di negara belahan Eropa. Bahkan, negara-negara di Eropa saat ini sedang sibuk untuk melakukan penutupan atau lockdown gelombang ke-II.

"Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Inggris, Itali, Spanyol semua sedang menghadapi Covid gelombang dua," kata dia dalam acara Simposium Nasional Keuangan Negara (SNKN) 2020, Rabu (4/11).

Bendahara Negara itu mengatakan, kasus peningkatan Covid-19 gelombang dua di Eropa jauh lebih rumit. Karena masyarakat di sana mungkin sudah tidak sabar untuk melakukan aktivitas normal.

"Mereka sudah tidak mau lagi menutup usahanya. Sehingga ini menyebabkan tekanan ekonomi, sosial dan keuangan. Secara bersamaan juga tentu masalah politik," katanya.

Sebab, itu dia memandang tantangan Covid-19 ini belum berakhir dan harus dihadapi secara bersama-sama. Tentunya, dalam hal ini pemerintah terus mengupayakan dan mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melakukan sesuai dengan fungsinya.

"Tapi semua pihak harus benar-benar ikut menjaga supaya masalah awalnya yaitu pandemi tetap bisa terjaga dan kendali," tandasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Sri Mulyani Gambarkan Brutalnya Dampak Covid-19 ke Ekonomi Dunia

Menteri Keuanga Sri Mulyani Indrawati (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Menteri Keuanga Sri Mulyani Indrawati (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan dampak pandemi Covid-19 telah mempengaruhi seluruh aktivitas ekonomi di dunia. Kehadiran virus ini bahkan tidak pandang bulu, memberikan tekanan terhadap ekonomi baik di negara maju, negara barat, negara timur, negara berkembang, negara yang dalam low income atau high income semuanya terkena.

"Ini yang menggambarkan betapa sangat dalam dan brutalnya covid mempengaruhi seluruh perekonomian di dunia," kata Sri Mulyani dalam acara Capital Market Summit & Expo 2020, Senin (19/10).

Dia mengatakan, dampak Covid-19 di Indonesia sendiri sebetulnya cukup mengejutkan. Ekonomi pada kuartal II-2020 saat itu mengalami kontraksi hingga minus 5,3 persen.

Kendati begitu, jika dilihat dalam perspektif antara negara-negara baik tergabung di dalam G20, atau negara-negara yang emerging, pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif dalam situasi yang cukup baik. "Meskipun ini tentu tidak membuat kita terlena. kita tetap berusaha untuk mengembalikan perekonomian kita kepada zona positif," kata dia.

Bendahara Negara itu menyebut, tak hanya Indonesia, di negara sekitar juga mengalami kontraksi yang lebih dalam. Tentu kalau melihat Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina mengalami kontraksi bahkan sudah di atas 10 persen semuanya.

"Dan untuk kuartal III-nya mereka juga masih menghadapi kontraksi yang sangat dalam di atas 4 persen. Misalnya saja, Malaysia dari 17,1 persen kontraksi kuartal kedua, kuartal III-nya proyeksinya 4,5 persen," katanya.

Kemudian untuk Filipina 16,5 persen kontraksinya di kuartal II, kemungkinan akan kontraksi di kuartal III 6,3 persen, Thailand yang mengalami kontraksi kuartal II 12,2 persen, kuartal III masih akan menghadapi kontraksi 9,3 persen.

"Kalau Singapura memang sangat terpukul karena memang negara ini sangat bergantung pada trade, pada tourism, pada mobility dari seluruh dunia dan oleh karena itu mengalami kontraksi di 13,2 persen, dan untuk kuartal III masih di 6,0 persen," katanya.

Sementara Pemerintah Indonesia sendiri mengharapkan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal III kontraksinya diantara minus 1 persen hingga minus 2,9 persen. Dengan demikian, secara keselurihan ekonomi 2020 berada di minus 1,7 persen hingga minus 0,6 persen.

"Ada negara yang bisa pulih dan kecepatan pemulihannya sangat tergantung dari berbagai hal termasuk kemampuan mereka untuk menangani covid, namun juga instrumen kebijakan yang mereka miliki, baik itu fiskal, moneter maupun kebijakan di sektor keuangan," tandas dia.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: