Sri Mulyani Sebut Hanya Subsidi Listrik yang Tepat Sasaran

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemberian subsidi energi melalui barang dinilai sudah tidak tepat sasaran. Alasannya, subsidi ke barang seperti harga Pertalite dan Solar lebih banyak dinikmati masyarakat ekonomi mampu ketimbang masyarakat yang memang membutuhkan.

"Kalau diberikan dalam bentuk barang seperti Pertalite dan Solar yang nikmati ini mereka yang menggunakan barang tersebut," kata Sri Mulyani dalam acara Sapa Indonesia Pagi Kompas TV, Jakarta, Rabu (7/9).

Sri Mulyani mengatakan penikmat subsidi BBM seperti Pertalite selama ini hanya masyarakat yang memiliki motor dan mobil saja. Begitu juga dengan Solar yang lebih banyak digunakan kendaraan pribadi selain kendaraan umum.

Pun dengan subsidi LPG gas 3 kilogram juga sudah dinikmati rumah tangga. Tak jarang LPG bersubsidi ini juga dikonsumsi masyarakat kelas menengah. "LPG ini juga ada kemungkinan dinikmati kalangan atas," kata dia.

Bendahara negara ini menyebut hanya subsidi listrik yang saat ini dinilai sudah tepat sasaran. Sebab subsidi diberikan sesuai nama dan alamat masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

"Kalau listrik ini bisa target karena by name by address," kata dia.

Menurutnya, subsidi barang berimplikasi dengan konsumsi masyarakat. Sehingga jika subsidi diberikan terus ke barang, maka penikmat subsidinya lebih banyak dari sasaran yang mau dituju.

"Pertalite ini 86 persen dinikmati rumah tangga subsidinya, (tapi) 80 persen ini kelompok mampu, masyarakat yang ada desil atas," kata dia.

Begitu juga dengan penggunaan solar yang lebih banyak digunakan untuk kebutuhan industri ketimbang oleh rumah tangga. Sebanyak 95 persen Solar ini malah dinikmati kelompok masyarakat mampu. "Solar ini sebagian buat dunia usaha," kata dia.

Maka, sekarang pemerintah sedang membuat pendataan khusus yang merekam kondisi sosial ekonomi masyarakat. Sehingga data yang terkumpul ini bisa menentukan siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan dari pemerintah sesuai dengan kebutuhannya.

"Sekarang kita buat upaya (pendataan) melalui register social ekonomi," pungkasnya. [azz]