Sri Mulyani Serahkan Penghargaan Satyalancana Wirakarya ke 4 Pegawai Kemenkeu

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo memberikan Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Wirakarya kepada empat insan Kementerian Keuangan.

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 7/TK/TAHUN 2020, mereka dinilai berjasa dalam mendarmabaktikan dirinya kepada negara dan bangsa Indonesia. Sehingga dapat dijadikan teladan bagi orang lain.

Tanda kehormatan Satyalancana Wirakarya ini disematkan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rangkaian kegiatan upacara peringatan HORI ke-74, Sabtu (31//10/2020).

Keempat insan Kemenkeu ini, yang pertama, Hadiyanto, Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. Ia dinilai berperan aktif dalam perumusan kebijakan tata kelola barang milik negara (BMN) sebagai pemrakarsa kebijakan inventarisasi dan penilaian secara menyeluruh yang dimulai pada tahun 2007.

Sehingga berdampak pada tertibnya pengelolaan BMN secara nasional. Serta meningkatnya nilai aset tetap pemerintah secara signifikan.

Kedua, Heru Pambudi, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Heru dinilai berperan aktif dalam membentuk sistem Passenger Risk Management (PRM) yang mengintegrasikan data kepabeanan dengan perpajakan keimigrasian pembawaan uang tunai dan kependudukan.

Fungsinya, yakni untuk mendeteksi dan menangkal kejahatan lintas negara. Sehingga dapat melindungi rakyat Indonesia dari masuknya barang berbahaya dan barang lain yang dapat merugikan kepentingan nasional

Ketiga, Marwanto harjowiryono, Direktur Jenderal perbendaharaan Kementerian Keuangan periode 2013- 2019. Ia berperan aktif sebagai inisiator dan pengawal implementasi sistem perbendaharaan dan anggaran negara (SPAN), Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI), dan Modul Penerimaan Negara (MPN).

Hal-hal tersebut, dinilai sebagai wujud reformasi dan modernisasi sistem pengelolaan keuangan negara yang berdampak pada percepatan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan perbendaharaan negara.

Keempat, Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Pajak kementerian keuangan periode 2013- 2019. Berperan aktif dalam modernisasi administrasi perpajakan. Yakni dengan melakukan penajaman fungsi organisasi dan menerapkan otomasi proses bisnis inti perpajakan. Serta kode etik pegawai yang menghasilkan peningkatan tata kelola kerja kantor dan peningkatan pelayanan.

Sehingga kepercayaan pembayar pajak meningkat dan kemudian berdampak signifikan terhadap pertumbuhan penerimaan pajak dan jumlah pembayar pajak.

Pimpin Upacara Peringatan Hari Oeang, Ini Pesan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memimpin upacara peringatan Hari Oeang yang dilaksanakan di Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memimpin upacara peringatan Hari Oeang yang dilaksanakan di Kementerian Keuangan

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memimpin upacara peringatan Hari Oeang yang dilaksanakan di Kementerian Keuangan.

Upacara Hari Oeang dilaksanakan untuk memperingati terbitnya mata uang Oeang Republik Indonesia (ORI) pertama kalinya pada tahun 1946 sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia. Serta sebagai salah satu identitas kemerdekaan dan kedaulatan Negara Indonesia.

Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) tahun ini diperingati dalam suasana prihatin karena pandemi COVID-19. Mengambil tema “Peduli, Responsif, Adaptif Atasi Pandemi, Bangkitkan Ekonomi”, Menkeu menyebutkan peringatan HORI ke-74 ini sebagai refleksi atas situasi serba sulit saat ini. Dimana kepedulian dan kerjasama dari seluruh pihak di Kementerian Keuangan sangat diperlukan.

“Tema HORI ke-74 ini juga merupakan peringatan bagi seluruh jajaran kementerian keuangan, institusi yang memiliki peran begitu sangat sentral bagi perekonomian Indonesia,” ujar Menkeu dalam sambutannya, Sabtu (31/10/2020).

Menkeu meminta kepada seluruh jajaran Kementerian Keuangan agar senantiasa berpikir positif dan mampu berkontribusi sebaik-baiknya dan semaksimal mungkin untuk menangani pandemi. Termasuk meringankan masyarakat terdampak, dan beradaptasi dengan perubahan yang mendadak. Serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan melalui reformasi struktural.

“Dalam peringatan HORI ke-74 ini, marilah kita semua merapatkan barisan. Mari kita bersatu. Mari kita saling mendukung, karena musuh kita adalah sama, yaitu covid-19. Dan bagaimana mengembalikan keadaan rakyat kita serta membangun kembali ekonomi Indonesia. Kita tidak boleh kehilangan fokus pada saat kita menghadapi tantangan covid-19,” kata Menkeu.

“Selamat Hari Oeang Republik Indonesia ke 74,” imbuhnya menutup sambutan dalam upacara peringatan HORI 74.