Sri Mulyani Tegaskan Kondisi Ekonomi RI: The Worst is Over

Fikri Halim, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa kondisi terburuk dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian telah berhasil dilalui. Namun ditegaskannya, tidak ada jaminan perbaikan itu akan berlanjut.

Sri menegaskan, dengan mampu pulihnya ekonomi Indonesia dari kontraksi pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen menjadi minus 3,49 persen pada kuartal III-2020, bukan berarti kuartal IV akan begitu saja kembali naik.

"The worst is over tapi it doesn't mean dan it doesn't guarantee akan terus bagus kalau kita tidak jaga terus," katanya secara virtual, Rabu, 18 November 2020.

Baca juga: Presiden Jokowi Banyak Bangun Bendungan, Apa Fungsinya?

Menurut Sri, membaiknya ekonomi pada kuartal III hanya menjadi indikator awal bahwa seluruh kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk menghadapi dampak pandemi COVID-19 telah membuahkan hasil.

"Ini baru indikator awal bahwa seluruh yang kita lakukan sudah menunjukkan ada perbaikan hasilnya. Tapi semua menunjukkan arahnya turning around ini yang kita harus jaga untuk kuartal IV," ucap dia.

Dia menjamin ke depannya pemerintah tetap akan terus mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang yang terbukti tidak mampu membangkitkan ekonomi secara efektif dan lebih cepat.

"Kita monitor secara detail dan lihat apakah ini benar, mana lagi yang perlu diperbaiki, policy sektor, keuangan, apakah regulasi atau prosedur yang harus diperbaiki itu yang dilakukan," ungkapnya.

Sri menilai, dengan perbaikan ekonomi yang ada saat ini menjadi bukti nyata Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang telah didesain defisit 6,34 persen dari PDB tahun ini mampu menopang ekonomi di tengah krisis.

"Dari kondisi yang ekstra ordinary melakukan respons yang ekstra ordinary kemudian jadi instrumen untuk membuka kembali dan aktifkan kembali ekonomi kita dan kemudian memulihkan ekonomi kita," tutur Sri. (ase)