Sri Mulyani: Transisi Energi Sangat Kompleks Tapi Ada Peluang Investasi Baru

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, transisi energi cukup kompleks dengan adanya ketidakpastian global, namun di sisi lain juga membuka peluang investasi baru. Hal ini ditujukan kepada sektor-sektor yang mengembangkan fokus di sektor energi bersih. Misalnya, pengembangan mobil listrik dan perusahaan terkait lainnya.

"Dalam transisi yang sangat kompleks ini, akan ada peluang-peluang untuk investasi baru dan lebih hijau. Industri baterai kendaraan listrik, industri kendaraan listrik, industri panel surya dan sebagainya mereka pasti akan memiliki peluang untuk tumbuh lebih cepat," kata dia dalam Sustainable Finance for Climate Transition, Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Kamis (14/7).

Menurutnya, seiring berkembangnya industri, mekanisme perdagangan karbon juga akan ikut berperan. Sehingga, ini akan semakin sejalan dengan upaya menuju ekonomi hijau.

Terkait ketidakpastian, pemerintah akan tetap bertumpu pada kondisi keuangan negara. Artinya, dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan menjadi pengaman masyarakat di tengah kenaikan harga akibat gejolak global.

Terkait transisi energi, Indonesia telah menyiapkan rencana ke depan. Termasuk, upaya dalam mengejar net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat. "Untuk Indonesia, kami menyiapkan kebijakan roadmap, legislasi infrastruktur, serta menganalisis dan menangani, mengelola rencana mitigasi dampak sosial dalam waktu singkat," tandasnya.

Siapkan Platform Khusus

Dalam rangka menurunkan emisi karbon, Pemerintah membentuk country platform manajer energy transition yang akan menyusun kerangka pendanaan dan pembiayaan untuk melakukan transisi energi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, platform kontrol energy transition mechanism (ETM) ini merupakan rencana ambisius Indonesia untuk meningkatkan infrastruktur energi dan mempercepat transisi energi.

"Platform kontrol mekanisme mekanisme transisi energi ETM adalah rencana ambisius yang memungkinkan peningkatan infrastruktur energi Indonesia dan mempercepat transisi energi bersih menuju emisi nol bersih," tutur Sri Mulyani dalam Pembukaan Acara Sustainable Finance For Climate Transition di Bali Internasional Convention Center (BICC), Nusa Dua, Bali, Kamis (14/7).

Platform ini nantinya bakal membuat perencanaan menonaktifkan pembangkit listrik batubara yang menjadi fokus utama dalam transisi energi. Ini menjadi penting sebagai upaya Indonesia untuk mengurangi emisi karbon.

"(Ini) salah satu tindakan paling kritis untuk transisi ke ekonomi rendah karbon dan bahwa ETM dapat membantu dalam proses ini," kata dia.

Platform dan transaksi terkait akan diturunkan dari kerangka kebijakan yang lebih luas mengenai transisi energi yang adil untuk mencapai target yang telah ditentukan. Nantinya platform ini akan menyediakan pembiayaan yang diperlukan untuk mempercepat transisi energi nasional. Caranya dengan memobilisasi sumber pendanaan komersial maupun non komersial secara berkelanjutan.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel