Sri Mulyani ungkap kemajuan BLU, mandiri dan ketergantungan APBN turun

Risbiani Fardaniah
·Bacaan 2 menit

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan Badan Layanan Umum (BLU) saat ini mulai mandiri dalam pembiayaan operasionalnya yang terlihat dari ketergantungan terhadap APBN mengalami penurunan.

“Ini adalah hal yang positif meskipun kita tetap menjaga tidak terjadinya komersialisasi yang menimbulkan dampak negatif dari sisi akses pelayanan bagi masyarakat terutama yang tidak mampu,” kata Menkeu Sri Mulyani dalam acara BLU Berstrategi Pulihkan Ekonomi di Jakarta, Jumat.

Sri Mulyani merinci sebanyak 79,21 persen BLU pada 2020 sudah tidak mengandalkan APBN dalam membiayai operasional mereka atau naik dari 53,7 persen pada 2012.

Sementara itu masih terdapat 20,79 persen BLU yang mengandalkan APBN dalam pembiayaan operasional mereka atau turun dari 46,3 persen pada 2012.

Baca juga: Sri Mulyani: Bidang kesehatan dominasi pendapatan BLU 2020

“Ini berarti BLU semakin mandiri dan oleh karena itu profesionalisme dalam pengelolaan keuangannya menjadi baik,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani menegaskan pengelolaan keuangan pada BLU yang sudah semakin baik menunjukkan bahwa meskipun tidak mengejar keuntungan namun bukan berarti pengelolaan BLU tidak profesional.

“Tidak boleh amburadul yang seenaknya sendiri justru manajemennya semakin baik karena berkaitan dengan pelayanan masyarakat," tegas Menkeu Sri Mulyani.

Ia menjelaskan saat ini terdapat lima klasifikasi BLU yang meliputi pendidikan, kesehatan, pengelolaan kawasan, penyediaan barang dan jasa lainnya, serta pengelolaan dana sehingga secara total adalah 244 BLU.

Baca juga: Kemenkeu paparkan peran strategis BLU mendongkrak pemulihan ekonomi

Sri Mulyani melanjutkan BLU terbesar adalah bidang kesehatan yaitu BLU rumah sakit yang meskipun hanya berjumlah 3,4 persen dari total rumah sakit di Indonesia, namun mampu melingkupi 13,6 persen dari total pasien di Indonesia.

“Ini juga lebih penting lagi 80 persen (yang dilayani BLU) adalah pasien dari Jaminan Kesehatan Nasional,” ujarnya.

Selanjutnya untuk BLU di bidang pendidikan terdiri dari 101 perguruan tinggi atau 1,78 persen dari keseluruhan perguruan tinggi di Indonesia.

“Namun jumlah yang kecil ini yaitu 1,78 persen dari total populasi perguruan tinggi dia mendidik 1,5 juta mahasiswa atau 18,9 persen dari total mahasiswa di seluruh perguruan tinggi di Indonesia,” ujar Menkeu Sri Mulyani.

Baca juga: Kemenkeu sebut pendapatan BLU sepanjang 2020 tumbuh 40,2 persen