Sri Mulyani: Vaksin Tak Bikin Kebal Covid-19, Tapi Aktivitas Ekonomi Bisa Jalan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mendorong program vaksinasi terus digencarkan guna menghadapi penularan kasus varian delta Covid-19. Meskipun vaksin tidak serta merta membuat penerima kebal tertular, namun itu diharapkan dapat kembali memulihkan aktivitas masyarakat.

Sri Mulyani mendesak agar program vaksinasi perlu lebih ditingkatkan. Program penyuntikan vaksin memang sempat mendekati angka 2 juta dosis, namun itu hanya terjadi pada satu hari.

"Kemudian rata-rata hariannya masih di bawah 1 juta, 955.623 rata-rata vaksinasi tujuh hari berturut-turut," terang Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Rabu (21/7/2021).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berharap, suplai vaksin Covid-19 akan terus datang dan jumlah vaksinasinya ditingkatkan. Sehingga masyarakat tidak harus dalam situasi memilih antara aktivitas ekonomi versus ancaman kesehatan.

Meskipun demikian, ia mengingatkan, Inggris yang sudah lakukan vaksinasi hingga di atas 60 persen tetap dihadapkan pada kenaikan jumlah Covid-19, tapi setidaknya tidak timbulkan tekanan pada rumah sakit.

"Yang kita hindarkan adalah kalau kenaikan covid menimbulkan jumlah masyarakat yang harus dirawat di rumah sakit dimana kapasitas dari rumah sakitnya pasti terbatas," tegasnya.

"Jadi vaksin bisa berikan ketahanan kepada masyarakat, sehingga aktivitas bisa berjalan dan risiko kesehatan tetap bisa dijaga," ujar Sri Mulyani.

Program Testing dan Tracing

Calon penumpang mendatangi Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (4/7/2021). PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan perjalanan 44 kereta api (KA), terdiri dari 30 KA jarak jauh dan 14 KA lokal selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)
Calon penumpang mendatangi Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (4/7/2021). PT Kereta Api Indonesia (Persero) membatalkan perjalanan 44 kereta api (KA), terdiri dari 30 KA jarak jauh dan 14 KA lokal selama masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Selain itu, Sri Mulyani juga mencermati program testing dan tracing yang harus terus digencarkan. Menurut catatannya, jumlah testing di Indonesia sempat capai 188.551 tes harian, dengan positivity rate capai 30 persen.

"Sekarang kita sudah tunjukan ada kecenderungan flatening. Kita harap momentum ini terjaga, karena kalau tidak akan berimbas pada kegiatan ekonomi yang makin dalam," imbuh Sri Mulyani.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel