Sri Mulyani: Vaksinasi Penting untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, terdapat dua hal yang perlu dijalankan di tengah pandemi covid-19 ini agar pertumbuhan ekonomi bisa melaju. Pertama adalah akselerasi vaksinasi dan kedua adalah pengetatan protokol kesehatan.

"Protokol kesehatan dan vaksinasi menjadi sangat penting dan ini fokus kita agar ekonomi tetap bisa tumbuh tanpa menimbulkan jumlah kasus Covid-19 yang meningkat," ujar Sri Mulyani, di Jakarta, Rabu (25/8/2021).

Dengan berbagai langkah yang dijalankan oleh pemerintah dan dibantu oleh semua pihak, indikator konsumsi sudah mulai membaik di 2021 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Konsumsi ini menjadi penopang pertumbuhan ekonomi sehingga di kuartal II 2021 bisa mencapai 7,07 persen.

Namun seluruh masyarakat tidak boleh terlena. Perlu diwaspadai mengingat adanya Varian Delta yang penyebarannya sangat cepat. Oleh karena itu, pengetatan mobilitas melalui PPKM dijalankan. Namun memang, Menkeu melanjutkan, dengan kegiatan tersebut aktivitas belanja masyarakat terganggu.

"Memang terlihat mobilitas menurun, kegiatan retail menurun, rekreasi menurun bahkan grosery juga menurun. Indeks belanja masyarakat juga menurun signifikan waktu Juli. Ini trennya membalik. Transaksi belanja juga menurun pada bulan lalu. Covid naik, PPKM terjadi langsung terlihat pada konsumsi," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Aturan Baru Penerapan PPKM Level 3 di Jakarta

Warga bersiap naik bus Transjakarta, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (7/1/2021). Untuk menyeragamkan kebijakan pengendalian COVID-19, Gubernur DKI Jakarta akan menerbitkan Pergub untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 11-25 Januari 2021. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Warga bersiap naik bus Transjakarta, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (7/1/2021). Untuk menyeragamkan kebijakan pengendalian COVID-19, Gubernur DKI Jakarta akan menerbitkan Pergub untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 11-25 Januari 2021. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Pemerintah memutuskan wilayah Jakarta, Bogor Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) kini turun menjadi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 3. Dengan turunnya status PPKM di Jakarta dan sekitarnya, maka sejumlah aturan juga berubah.

Jokowi mengatakan mal atau pusat perbelanjaan dapat dibuka dengan kapasitas 50 persen. Dia juga mengizinkan mal buka sampai pukul 20.00 WIB.

"Pusat perbelanjaan, mal diperbolehkan buka maksimal sampai 20.00 dengan maksimal 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan ketat yang diatur lebih lanjut oleh pemerintah daerah," ujar Jokowi, Senin 23 Agustus 2021.

Tak hanya itu, acara resepsi diizinkan digelar di wilayah Jabodetabek. Hal ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Covid-19 di Wilayah Jawa-Bali. Aturan ini diteken Mendagri Tito Karnavian pada 23 Agustus 2021.

"Pelaksanaan resepsi pernikahan dapat diadakan dengan maksimal 20 (dua puluh) undangan," demikian bunyi Inmendagri yang dikutip Liputan6.com, Selasa 24 Agustus 2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel