Sri Mulyani Yakin Rupiah Terus Menguat, Apa Alasannya?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan kinerja nilai tukar Rupiah masih cenderung terus menguat. Hal ini sejalan dengan prospek pemulihan ekonomi global dan domestik serta menggeliatnya aktivitas perdagangan global.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemulihan ekonomi mendorong kinerja neraca dagang sisi ekspor dan impor mulai pulih. Hal ini juga berpotensi akan menyebabkan kembali terjadinya normalisasi defisit transaksi berjalan (Current Account Defisit) yang tadinya surplus kembali menjadi defisit yang juga akan menentukan kinerja rupiah kedepan.

Tak hanya itu, penguatan Rupiah juga didukung oleh perkembangan pasar keuangan domestik relatif mulai stabil, setelah mengalami voltalitas pada bulan Maret yang lalu.

“Kisaran rupiah masih ada tren kecenderungan pemuatan meskipun terbatas ini diakibatkan karena pemulihan global dan domestik akan meningkatkan aktivitas perdagangan,” ujarnya dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran DPR RI, di Jakarta, Senin (31/5/2021).

Dia menambahkan penguatan nilai tukar Rupiah juga didorong dari stance kebijakan moneter Amerika Serikat yang diperkirakan masih akomodatif. Apalagi pemulihan di Amerika Serikat telah mendorong domestik demand sehingga inflasi meningkat.

Meski begitu, dia meminta semua pihak tetap waspada terkait arah kebijakan The Fed, sebab saat ini Amerika Serikat tengah dihadapkan pada situasi kenaikan inflasi April hingga 4,2 persen, hal ini dapat memicu gejolak kembali di pasar keuangan khususnya terkait aliran modal asing ke berbagai negara termasuk Indonesia.

“Namun tidak bisa dinafikan bahwa outlook inflasi Amerika akan menimbulkan pressure bagi kebijakan moneter Amerika untuk diperketat. Pasti akan menimbulkan dinamika capital flow seperti yang terjadi pada bulan Maret yang lalu di mana spekulasi dan reaksi terhadap inflasi Amerika yang mencapai 4,2 bulan April menimbulkan Gejolak didalam capoital flow,” pungkas Sri Mulyani.

Daftar Prediksi Nilai Tukar Rupiah

Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Berikut proyeksi nilai tukar rupiah 2021 - 2025 :

- Tahun 2021 nilai tukar rupiah diproyeksikan antara Rp14.200 - Rp14.800, dengan outlook Rp14.450

- Tahun 2022 nilai tukar rupiah diproyeksikan antara Rp13.900 - Rp15.000

- Tahun 2023 nilai tukar rupiah diproyeksikan antara Rp13.800 - Rp15.000

- Tahun 2024 nilai tukar rupiah diproyeksikan antara Rp 13.600 - Rp 15.000

- Tahun 2025 nilai tukar rupiah diproyeksikan antara Rp13.500 - Rp15.000

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel