Sri Padma Masuk Jurang, Polisi Larang Bus Melintas Jalur Wado-Garut

Hardani Triyoga
·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepolisian Resor (Polres) Sumedang, Jawa Barat memberlakukan larangan bagi bus ukuran besar menggunakan Jalur Wado yang menghubungkan Kabupaten Sumedang dengan Garut. Larangan ini karena jalur tersebut rawan terjadi kecelakaan lalu lintas.

Kepala Polres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan ke depan akan dipasang portal. Tujuannya agar tidak ada lagi bus masuk melintasi Jalur Wado menuju Garut.

"Ke depannya akan dipasang gate entry atau portal oleh Dishub Provinsi," kata Eko, Kamis, 11 Maret 2021.

Ia menyampaikan, selama ini Polres Sumedang sudah meningkatkan pengawasan terhadap bus agar tidak melewati jalur tersebut.

Namun, pengawasan dari Malangbong atau wilayah hukum Polres Garut, kata dia, cukup sulit untuk mengawasi bus agar tidak masuk menggunakan jalur alternatif lintas kabupaten itu.

"Dari titik Malangbong yang sulit, dari arah Sumedang sudah terawasi," lanjut Eko.

Larangan bus masuk Jalur Wado itu, menyusul adanya kecelakaan Bus Pariwisata Sri Padma Kencana masuk jurang di Tanjakan Cae, Kecamatan Wado, Rabu malam, 10 Maret 2021.

Kecelakaan tunggal itu dilaporkan menyebabkan 27 orang meninggal dunia. Adapun puluhan orang lainnya selamat serta mengalami luka-luka.

Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kecelakaan tunggal tersebut. Untuk diketahui, bus tersebut membawa 65 penumpang rombongan dari SMP IT Al-Muaawanah, Cisalak, Kabupaten Subang. (Ant)