Sri Rahayu Resmi Mendaftar Calon Wali Kota Malang

TEMPO.CO, Malang-Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan bergerak cepat mendaftarkan pasangan Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo ke Komisi Pemilihan Umum Kota Malang. Pasangan Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo mendaftar ke KPU Kota Malang didampingi Pelaksana Harian Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Malang, Eddy Rumpoko. "PDIP telah memiliki kader dan figur terbaik," kata Eddy Rumpoko, Senin, 18 Februari 2013.

Sri Rahayu-Priyatmoko Oetomo, katanya, merupakan calon resmi yang diusung DPC PDIP Kota Malang. Pasangan ini sekaligus akan disosialisasikan kepada pengurus anak cabang dan ranting. "Selama ini sudah ditunggu masyarakat siapa calon wali kota yang diusung,” katanya.

Pasangan yang diusung Partai Banteng ini bakal dideklarasikan dalam waktu dekat. Mekanisme mengusung Sri Rahayu, kata Eddy, disesuaikan dengan aturan KPU Kota Malang dan bisa dipertanggungjawabkan. Ia juga berharap agar pelaksanaan pemilihan Wali Kota Malang berjalan aman dan tertib. 

Ditanya mengenai status Peni Suparto, yang telah dipecat DPP PDIP, Eddy menyatakan bakal menjalin komunikasi lebih lanjut dengan Wali Kota Malang itu. Apalagi, Peni dianggap telah berbuat banyak untuk PDIP Kota Malang. "Kami hormati Pak Peni. Belum bertemu, mungkin karena kesibukannya sebagai wali kota," kata Eddy, yang juga Wali Kota Batu ini.

Eddy mengatakan pengurus DPC PDIP tetap kompak dan solid. Ia menyangkal terjadi perpecahan setelah Peni Suparto dipecat. Belum ada kabar apakah Heri Pudji Utami, istri Peni Suparto, akan tetap mencalonkan diri.

Sedangkan Sri Rahayu menyatakan bakal tancap gas untuk sosialisasi dan mencari dukungan. Jadwal pemungutan suara pada 23 Mei 2013 sudah dekat, sehingga harus segera melakukan konsolidasi internal sekaligus menggalang dukungan. "Semua persyaratan harus dipenuhi. Surat rekomendasi pun telah dikirim," katanya.

EKO WIDIANTO

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.