Sri Sultan HB X akan naik kereta kencana menuju tempat resepsi

MERDEKA.COM. Rencana prosesi pernikahan putri ke empat Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Hayu dengan KPH Notonegoro yang akan dilangsungkan pada 23 Oktober 2013 mendatang, berbeda dengan prosesi pernikahan sebelumnya. Jika biasanya selalu mengendarai mobil, saat menuju tempat upacara Pawiwahan Ageng (Pernikahan Agung) kali ini, Sultan HB X dipastikan akan mengendarai kereta kencana pusaka milik keraton.

"Bapak akan naik kereta kencana, ke Bangsal Kepatihan (tempat resepsi). Belum tahu mau pakai yang mana. Dengan ditarik 8 kuda, atau 6 kuda. Terus dari Paku Alaman juga menghendaki naik kereta kencana," ujar GKR Hayu kepada merdeka.com, Selasa (3/9) di Kompleks Kraton Yogyakarta.

Menurut Hayu, pihak Keraton masih melakukan pengecekan fisik dan pembenahan beberapa kereta kencana. Selain itu juga dilakukan uji coba, agar bisa diketahui keamanannya.

"Ada tiga alternatif kereta pusaka yang akan dipakai bapak (Sri Sultan). Yakni Kyai Wimono Putro (kendaraan putra mahkota) yang ditarik oleh delapan kuda, Kyai Harsunobo ditarik oleh enam kuda serta Kyai Jatayu ditarik oleh empat kuda," paparnya.

Lebih lanjut Hayu menuturkan, ketiga Kereta Kencana tersebut merupakan kereta pusaka yang dibuat sejak zama Sultan HB VI. Ketiganya saat ini disimpan di Museum Kereta Keraton.

"Kita sudah mengujicobakan kereta tersebut dengan rute Pagelaran Keraton, Malioboro hingga Bangsal Kepatihan pekan lalu. Namun, Bapak belum menegaskan kereta mana yang akan digunakannya. Ini mengingat pertimbangan keamanan juga," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.