Sri Sultan: Tumbuhkan Kepercayaan Jakarta terhadap Papua

Jakarta (ANTARA) - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan agar pemerintah pusat di Jakarta dapat menumbuhkan kepercayaan terhadap Papua, agar dialog tentang berbagai permasalahan dapat dibangun.

"Kalau rasa percaya sudah tumbuh, baru bisa dilakukan dialog sejarah, ekonomi atau dialog lain yang ditujukan pada kesejahteraan rakyat Papua," kata Sri Sultan Hemengku Buwono X dalam acara 50 Tahun Papua Dalam Indonesia Suatu Refleksi dan Renungan Suci di Jakarta, Rabu.

Sri Sultan mengatakan, sebelum tumbuhnya rasa kepercayaan itu, maka pemberian otonomi khusus kepada Papua tidak akan membawa dampak signifikan, terlebih terdengar kabar bahwa otsus hanya menguntungkan elit Papua saja.

"Otsus yang hanya bertumpu pada bidang ekonomi dan keamanan tersebut terbukti gagal menyejahterakan rakyat papua. Padahal, sejak 2001 hingga 2011, dana otsus yang digulirkan sudah mencapai 28,3 triliun," katanya.

Dana tersebut, lanjut Sri Sultan, seharusnya bisa membuat masyarakat Papua lebih sejahtera dan hidup aman.

Menurut Sri Sultan, konflik dan kekerasan di tanah Papua harus secepatnya dibuka, karena pembentukan unit percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat dinilai tidak cukup.

"Harus ada solusi yang menyentuh akar permasalahannya. Dengan penempatan arah politik dan pengurangan pasukan organik TNI dari bumi cendrawasih," ujar Sultan.

Semua itu, lanjut Sri Sultan, harus berangkat dari sebuah dialog yang tulus, jujur dan terbuka.

Ia mengemukakan dalam konteks dialog Jakarta-Papua, pemerintah pusat harus menunjukkan itikad baik dengan membentuk komisi kebenaran dan rekonsiliasi.(tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.