Stabilkan harga ikan, KKP pertemukan industri dan nelayan

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempertemukan kalangan industri pengolahan ikan dengan nelayan sebagai upaya menstabilkan harga ikan pada saat pasokan melimpah di musim puncak penangkapan ikan.

Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Ishartini dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, menjelaskan bahwa pihaknya mempertemukan Koperasi Pindang Prigi Jaya dengan nelayan di Prigi Kabupaten Trenggalek Jawa Timur dalam rangka memenuhi pasokan hasil perikanan untuk produksi pindang.

Selain untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri pindangnya sendiri, Koperasi Pindang Prigi Jaya juga bekerjasama dengan PT Maharani Artha Prima guna memasok bahan baku ke wilayah lain.

Ishartini mengatakan aksi jemput bola di kawasan produksi ini sangat penting guna menjaga stabilitas harga komoditas perikanan.

"Upaya seperti ini seyogyanya dilakukan di titik produksi atau pelabuhan perikanan lain di saat produksi perikanannya berlimpah," katanya.

Nelayan di Prigi Trenggalek Provinsi Jawa Timur mengalami musim puncak penangkapan ikan yang berlangsung pada September dan Oktober yang mengakibatkan produksi ikan melimpah. Berdasarkan catatan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi, hasil tangkapan nelayan dalam sepekan terakhir yang masuk ke Tempat Pendaratan Ikan (TPI) mencapai 100 hingga 120 ton per hari.

"Kondisi ini menyebabkan penurunan harga ikan tongkol lisong dari kondisi normal Rp16.000 per kg menjadi Rp10.000-Rp12.000 per kg," kata Ishartini.

Direktur Logistik Ditjen PDSPKP Berny A Subki menyebutkan fenomena musiman ini memiliki nilai strategis dan ekonomi hulu-hilir yang penting.

Karena itu, kehadiran Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) diharapkan bisa membangun, mengembangkan, dan menguatkan sistem manajemen rantai pasokan ikan dan hasil perikanan yang terintegrasi, efektif dan efisien.

Ke depan, dia menyebutkan pelaksanaan SLIN tetap dilakukan dengan dukungan digitalisasi, forecasting, termasuk sistem peringatan, mitigasi risiko, koordinasi dengan sektor lain dan pemerintah daerah.

Baca juga: KKP targetkan bangun 55 industri pengolahan ikan di pelabuhan terpadu
Baca juga: Kemenperin dorong peningkatan investasi bahan penolong pengolahan ikan
Baca juga: KKP dorong optimalisasi keuntungan dari limbah ikan patin