Stadion Lukas Enembe segera ditata untuk PON XX Papua

Fitri Supratiwi
·Bacaan 2 menit

Pemerintah Provinsi Papua segera melakukan penataan kawasan stadion Lukas Enembe di Sentani Kabupaten Jayapura untuk mempersiapkan pelaksanaan PON XX 2021 setelah dilakukan pembayaran kepada 13 kepala keluarga yang bermukim di areal stadion.

Kadis Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua Alexander Kapisa melalui laman daerah, Rabu, mengatakan Pemprov Papua telah melakukan pembayaran sekitar Rp2,5 miliar untuk biaya penganti atas bangunan dan tanaman di dalam komplek stadion Lukas Enembe kepada 13 kepala keluarga tersebut.

Penyerahan secara simbolis diberikan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Papua Alexander Kapisa Selasa 30 Maret 2021 di Kantor Dinas Otonom Kotaraja Kota Jayapura.

Baca juga: Pemprov Papua dorong vaksinasi COVID-19 atlet PON XX

"Sudah diserahkan uang pengganti kepada 13 KK ini dan sudah juga bersepakat bahwa mereka akan meninggalkan rumahnya di kawasan Stadion Lukas Enembe dengan jangka waktu paling lambat dua minggu dari hari ini 30 Maret 2021,"ungkap Alexander Kapisa.

Peresmian stadion Lukas Enembe untuk penyelenggaraan PON XX Papua pada Oktober 2020 (ANTARA News Papua/Hendrina D Kandipi)
Peresmian stadion Lukas Enembe untuk penyelenggaraan PON XX Papua pada Oktober 2020 (ANTARA News Papua/Hendrina D Kandipi)


Ia berharap, pengelola dana APBN atau instansi teknis dari kementerian terkait secepatnya melakukan penataan kawasan.

Alexander mengaku sangat gembira persoalan itu bisa tuntas sebab sebelumnya melalui proses diskusi yang cukup rumit, alot dan panjang namun pihaknya tetap mengedepankan asas kekeluargaan (persuasif).

Diakui Alexander, meski sebenarnya ada regulasi tanpa biaya pengganti yang dapat dilakukan terhadap 13 KK tersebut, mengingat mereka menempati tanah milik Pemda.

Baca juga: PB PON Papua: Kebutuhan arena pertandingan PON rampung Agustus

"Kendati demikian kita tetap kedepankan cara persuasif sehingga setelah sepakat dengan biaya kita buat indikator untuk membayar. Sehingga saat selesai membayar tidak ada konsekuensi hukum menanti,”ujarnya.

Sementara tiap KK mendapatkan biaya pengganti sesuai indikator yang sudah diatur pemerintah. Dengan demikian, setiap kepala keluarga akan dapat biaya pengganti yang berbeda-beda.

Agustinus Buiney, salah satu warga mengapresiasi perhatian pemerintah Provinsi Papua melalui Kadis Olahraga dan Pemuda Papua.

"Kami sangat berterima kasih untuk bantuan biaya pengganti ini. Dan meski harus keluar dari rumah, kami sebenarnya bangga bisa membantu penyelenggaraan PON XX,"ujarnya.

Baca juga: Operator 34 KONI Provinsi se-Indonesia ikuti Bimtek PON XX Papua