Staf Kemensos selamat dari terjangan ombak Papua diganjar penghargaan

·Bacaan 2 menit

Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan penghargaan kepada para staf yang selamat dari terjangan ombak di perairan Papua, pada Kamis (4/3), atas dedikasi dalam bertugas.

"Kapal belok tidak bisa, yang harusnya perjalanan 1 jam, jadi dua jam karena melawan ombak besar," kata Tri Rismaharini dalam konferensi pers pemberian penghargaan kepada kru kapal di Gedung Kemensos RI, Jakarta, Senin.

Peristiwa tersebut berawal pada saat rombongan Kemensos melakukan perjalanan ke Perairan Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua, kata Risma.

Karena jumlah peserta kegiatan yang cukup banyak, kata Risma, maka tiga orang staf tidak bisa diberangkatkan menggunakan pesawat. Mereka menempuh perjalanan via jalur laut menggunakan boat dari Erosaman menuju Distrik Agats, ibu kota Kabupaten Asmat.

Baca juga: Restrukturisasi Kemensos menghemat anggaran hingga Rp260 miliar

Baca juga: Mensos Risma optimistis BLT minyak goreng rampung sebelum Lebaran

Empat orang staf humas Kemensos yang bertugas di Papua itu di antaranya Ersyad Tonnedy, Ratri Handayani dan Latifah Ningrum serta seorang pengemudi kapal speed boat 85PK bernama Leman.

Menurut Risma perjalanan pada waktu sore hari itu membutuhkan waktu tempuh yang cukup panjang karena situasi gelombang laut yang cukup tinggi.

Namun, tanpa disadari oleh Risma, ternyata ada beberapa kru yang tertinggal saat yang lainnya telah sampai di lokasi tujuan. "Ternyata saat itu teman banyak sekali, sehingga baru ketahuan ada yang tertinggal. Sekitar jam 20.00 WIB, saya tahunya saat sudah di Jakarta," katanya.

Risma pun langsung meminta Tim SAR melakukan pencarian di sekitar lokasi hilangnya kapal. "Sekitar jam 00.00 WIB, saya dapat keputusan, pencarian tidak bisa dilanjutkan dan baru bisa besoknya," kata Risma.

Baru pada Jumat (5/3) pukul 05.00 WIB, Risma memperoleh kabar bahwa kapal dan seluruh penumpangnya ditemukan selamat.

Dikatakan Risma dalam perjalanan menuju Distrik Agats terjadi cuaca buruk sehingga keempat korban memutuskan untuk bersandar di Kampung Ocenep dan bermalam di rumah warga sambil menunggu cuaca normal kembali.

"Ternyata dia (pengemudi speed boat), kapalnya kena ombak dan mengalami mesin rusak. Untuk keamanan, diarahkan menginap di kediaman Bapak Ruslan," katanya.

Setelah situasi dinyatakan aman, kata Risma, baru mereka keluar dari tempat tersebut dan dievakuasi pulang. "Disampaikan Pak Ruslan di lokasi itu setiap tahun ada yang hilang tenggelam," katanya.

Atas keberanian menjalankan tugas di tengah ancaman gelombang laut itu, kemudian Kemensos memberikan sertifikat penghargaan kepada para staf dan pengemudi kapal.*

Baca juga: Mensos minta pejabat baru dilantik responsif atasi permasalahan sosial

Baca juga: Mensos serahkan santunan kepada keluarga korban KKB Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel