Staf khusus Presiden serap aspirasi warga Poso wujudkan keberagaman

Staf Khusus Presiden RI Ayu Kartika Dewi menyerap aspirasi masyarakat di Kabupaten Poso sebagai upaya mewujudkan keberagaman dalam semangat toleransi untuk membangun tatanan perdamaian yang kokoh di Provinsi Sulawesi Tengah.

"Kami telah berdiskusi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat, mendengarkan masukkan pemangku kepentingan dan warga Poso menyangkut perdamaian dalam isu keberagaman," kata Ayu saat melakukan kunjungan kerja di Poso, Kamis.

Ia menjelaskan, dalam kehidupan sosial perlu menumbuhkan kerukunan dan toleransi, serta mengedepankan kebersamaan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan untuk masa depan lebih baik.

Dikemukakannya, selama di Poso dirinya bersama tim melakukan kunjungan kerja pada Rabu (26/10), sebagai upaya Pemerintah Pusat memberikan penguatan terhadap pemda setempat dalam membangun optimisme guna mengembalikan citra Poso sebagai wilayah yang aman dan damai.

Baca juga: Moeldoko tekankan pentingnya riset kampus tangani psikis masyarakat

Baca juga: Wantannas dorong penyelesaian konflik permanen di Poso

"Kami juga menandatangani piagam keberagaman di Desa Pinedapa bersama para perwakilan tokoh desa dan masyarakat, sebagai upaya merajut perdamaian di Poso," ujar Ayu.

Dikemukakannya, Pemda Poso terbuka berkolaborasi dengan berbagai pihak, terlebih Pemerintah Pusat untuk menciptakan situasi yang lebih kondusif, oleh karena itu langkah ini juga bersama-sama didorong guna menciptakan Poso yang lebih toleran.

"Saya berharap kehadiran kami di sini dapat berperan selayaknya “jembatan” antara Pemerintah Pusat dan Pemda Poso agar berbagai masalah terkait toleransi dapat diselesaikan," ucap Ayu.

Lebih lanjut di jelaskannya, Pemerintah Pusat melalui lintas kementerian dan lembaga telah melakukan berbagai upaya sebagai bentuk mitigasi guna mewujudkan perdamaian, sebagaimana langkah dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang terus mendorong kerukunan antar umat beragama dengan semangat kebersamaan di tengah keberagaman.

Hal ini juga sejalan dengan langkah para tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng, secara konsisten menyerukan moderasi beragama dan mengedepankan persamaan, guna membangun tatanan sosial yang kuat untuk kemandirian bangsa.

Ia menambahkan, kunjungan kerja dilakukannya di Sulteng sebagai bagian merekatkan persatuan di tengah kebhinekaan, dan menyebarkan semangat inklusivitas di seluruh penjuru negeri.

"Kami mendukung misi Pemda yang senantiasa membangun narasi perdamaian untuk kemajuan bangsa," katanya.

Dijadwalkan, kunjungan kerja ini berlangsung selama tiga hari mulai 26-28 Oktober 2022 dengan sasaran Kabupaten Poso dan Kota Palu.

Agenda terakhir Staf Khusus Presiden di Palu, akan melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulteng Rusdy Mastura sekaligus memperingati hari Sumpah Pemuda, dan menghadiri kegiatan BNPT.


Baca juga: Moeldoko tegaskan peristiwa kekerasan di Poso bukan persoalan agama

Baca juga: Ketua FKUB Sulteng : Agama ajarkan pemeluknya untuk rendah hati