Stafsus Angkie Yudistia Dorong Perempuan Disabilitas Indonesia untuk Berperan Memajukan Bangsa

Liputan6.com, Jakarta Staf Khusus Presiden republik Indonesia Bidang Sosial, Angkie Yudistia, mendorong para perempuan termasuk yang menyandang disabilitas untuk berani berperan dalam berbagai aspek kehidupan.

Sejak usia 10, Angkie kehilangan indera pendengarannya dan sejak saat itulah ia menyandang Hard of Hearing (kesulitan mendengar). Namun, ia mengaku bisa ada di tahap ini karena ia mau menerima dirinya sendiri, menyayangi diri sendiri, dan punya mimpi.

Disabilitas yang disandang Angkie nyatanya tidak menghalanginya untuk mengambil peran dalam memajukan bangsa. Ia menceritakan pengalamannya dalam memperjuangkan hak 38 juta jiwa penyandang disabilitas di Indonesia agar bisa mengakses program-program pemerintah.

Salah satunya melalui inisiasi Gerakan Indonesia Bisa. Melalui gerakan ini, para penyandang disabilitas bisa bekerja dan berusaha.

“Sebagai perempuan tentu kita memiliki peran. Jangan memilih antara keluarga atau karier. Sebagai perempuan kita bisa menjalankan keduanya,” ujar Angkie dalam seminar daring Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) ditulis, Senin (26/4/2021).

Ia menambahkan, setiap perempuan bisa menjalankan peran bagi diri sendiri, peran sebagai anak untuk orangtua, peran sebagai istri untuk suami, dan peran sebagai ibu untuk anak.

“Kita harus menikmati itu semua. Salah satu tugas kita adalah membimbing generasi berikutnya agar lebih hebat dari kita.”

Ia juga berpesan agar para perempuan saling mendukung. Perempuan bisa kuat dengan mendukung satu sama lain, tambahnya.

Meneladani Semangat Kartini

Dalam acara yang sama, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan bahwa meneladani semangat Kartini masih sangat relevan untuk dilakukan.

“Masa depan Indonesia ada pada Kartini-Kartini masa kini,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Arief Mulyadi mengatakan 89 persen dari 50.960 insan PNM yang tersebar di seluruh Indonesia adalah perempuan. Ini menjadi salah satu bukti bahwa perempuan dapat berperan di bidang yang mereka kuasai.

Menghadapi era digital 2045, Menteri PPPA, Bintang Puspayoga masih dalam acara yang sama juga mendorong perempuan untuk aktif menambah wawasan di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

“Akses dan keterampilan perempuan terhadap TIK menjadi kesempatan emas yang harus diraih demi memberdayakan para perempuan pengusaha agar dapat bersaing di masa kini, dan juga masa depan,” ujar Bintang.

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas

Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Akses dan Fasilitas Umum Ramah Penyandang Disabilitas. (Liputan6.com/Triyasni)

Simak Video Berikut Ini