Stafsus Menteri BUMN tinjau kondisi Mekaar di Pangkalpinang

·Bacaan 1 menit

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) meninjau kondisi Permodalan Nasional Madani (PNM) Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna memastikan layanan permodalan tersebut berjalan dengan baik.

"Menteri BUMN Erick Thohir meminta kita untuk melihat kondisi dan perkembangan PNM Mekaar di Pangkalpinang," kata Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga usai berkunjung PNM Mekaar di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan program PNM Mekaar ini merupakan layanan permodalan berbasis kelompok yang diperuntukan bagi perempuan prasejahtera pelaku usaha, guna menopang perekonomian keluarga di tengah pendemi COVID-19.

"Saat ini sudah ada 5.000 ibu-ibu rumah tangga yang memanfaatkan program Mekaar ini dan sudah bisa menopang perekonomian keluarganya di tengah pendemi ini," katanya.

Menurut dia program mekaar ini merupakan langkah pemerintah dan Kementerian BUMN yang konkrit untuk bisa membantu masyarakat secara langsung dan berkelanjutan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Para ibu-ibu program mekaar ini merupakan penopang ekonomi keluarga Indonesia. Mereka bisa mendapatkan pinjaman tanpa angunan Rp2 sampai Rp9 juta bisa mengembangkan usahanya di tengah pendemi ini," katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Stafsus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyempatkan berdiskusi dengan para ibu-ibu program mekaar dan menganjurkan pada ibu-ibu untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam memasarkan produk.

Yana, salah seorang ibu rumah tangga program mekaar mengaku sudah 1,5 tahun memanfaatkan pinjaman program mekaar untuk mengembangkan aneka usaha kue basah dan kering.

"Alhamdulillah, dengan adanya program mekaar ini sangat membantu ekonomi dan usaha kuenya berkembang dengan baik, karena pinjaman ini tidak ada bunganya," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel