Stafsus Wapres: Dimyati Rois kiai kharismatik

Staf Khusus Wakil Presiden yang juga merupakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas berduka atas wafatnya Mustayar PBNU K.H. Dimyati Rois, Jumat.

"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Saya amat kehilangan atas berpulangnya Mbah Dim," ujar Robikin dihubungi di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Kiai Dimyati Rois tutup usia

Robikin mengenang K.H. Dimyati Rois sebagai sosok kiai kharismatik yang sederhana, yang menjadi "mata air" bagi banyak kalangan.

"Beliau merupakan 'mata air' bagi segenap lapisan masyarakat, petani hingga pejabat negeri. Teruntuk K.H. Dimyati Rois Al-Fatihah," kata Robikin.

Robikin selaku Staf Khusus Wapres menyampaikan bahwa Wapres Ma'ruf Amin pribadi memiliki kedekatan secara personal dengan K.H. Dimyati.

​​​​​​Menurutnya, Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi akan menyampaikan ucapan duka dari Wapres.

Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Dimyati Rois meninggal dunia di Rumah Sakit Telogorejo Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat dini hari.

K.H. Dimyati Rois lahir di Bulakamba, Brebes, 5 Juni 1945. Pria yang akrab disapa Mbah/Abah Dim ini merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadhilah Jagalan, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi, rencananya jenazah K.H. Dimyati Rois akan dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Al-Fadlu 2 di Srogo, Kabupaten Kendal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel